Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Bagaimana Mengatur Uang Untuk Generasi Milenial? (Foto: Shutterstock)
Dream – Banyak godaan menjadi seorang yang menjauh dari pola konsumtif. Keteguhan kamu menekan pengeluaran bisa tiba-tiba berubah manakal datang pesta diskon dari barang yang selama ini menjadi impian.
Gaya hidup sata ini menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi milenial.
Selain niat yang mantap, dengan trik-trik tertentu keinginan mengelola uang lebih baik bisa kamu lakukan. Pengaturan uang lebih baik daripada harus berutang memenuhi keinginan sementara.
Mungkin di awal kamu menjalani pola hidup hemat akan banyak godaan yang datang. Namun setelah dijalani, ternyata tidak seburuk itu, kok.
Cashback memiliki tiga tips untuk menekan pengeluaran bagi generasi milenial. Pertama, bukalah rekening bank digital. Generasi milenial di Indonesia bisa membuka rekening di bank digital. Cara ini lebih mudah dan cepat. Kamu tinggal membuka situs, mengisi data, dan membuat janji dengan petugas bank.
Setelah itu, tentukan di mana tempat ingin bertemu. Kamu bisa menemuinya di tempat bekerja, lalu pindai sidik jari. Voila, kartu bank bisa siap dipakai. Proses yang sederhana ini bisa membuatmu untuk menabung dengan lebih semangat.
Kedua, menabung tak hanya dalam bentuk uang. Ada banyak metode menabung selain mengumpulkan uang. Kamu bisa berinvestasi tanah, emas, bahkan asuransi pendidikan.
Berbeda dari menabung dalam bentuk uang, investasi juga menawarkan keuntungan yang bisa kamu dapatkan dalam periode tertentu. Contohnya, kamu membeli tanah seharga Rp20 juta. Bisa jadi tanah itu memiliki harga 10 kali lipat di tahun kemudian.
Menabung dengan cara invetasi tentu menguntungkan karena harga yang berkembang walau kadang membutuhkan waktu cukup lama.
Ketiga, memanfaatkan teknologi dalam proses pembayaran.
Selain menghemat waktu, metode pembayaran ini bisa membuatmu lebih hemat. Jika menggunakan uang tunai saat berbelanja, kamu cenderung ingin menghabiskan nilai yang ada di dompet.
Jika membayar dengan cashless, kesempatan berbelanja akan lebih ditekan karena rencana pengeluaran sudah dijadwalkan sedari awal.
(Sumber: Liputan6.co/Asnida Riani)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam