7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
(Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream - Media sosial sering digunakan untuk meningkatkan bisnis. Apalagi jika media sosial digunakan untuk memperkenalkan merek pribadi.
Dikutip dari Liputan6.com, Rabu 26 Februari 2020, CEO Hunk O Mania, Armand Peri, berbagi tips membangun usaha atau merek sendiri melalui media sosial.
Sebelum era internet berkembang, Peri mengaku abai untuk memperkenalkan merek ke pasar. Kini, dia menggunakan media sosial untuk memasarkan mereknya agar lebih dikenal oleh banyak orang.
Berikut ini adalah tiga tips memperkenalkan merek melalui media sosial, seperti yang dilansir dari Enterpreneur.
Dibandingkan dengan metode promosi dalam sepuluh tahun terakhir, media sosial benar-benar transformatif. Bayangkan pada zaman dulu, agar merek dikenal publik, kamu harus mengiklankan melalui majalah, menulis di blog, atau iklan di TV.
Itu semua tentunya membutuhkan biaya yang besar, dan ada batasan-batasan. Berbeda dengan iklan yang dilakukan di media sosial, kamu bisa dengan bebas melakukan iklan tanpa batasan, serta menjangkau lebih banyak orang. Dengan begitu, merek kamu bisa dikenal luas dengan cepat.
Membangun merek pribadi memungkinkan membuka banyak peluang. Hal ini sangat penting bagi wirausahawan karena kamu harus rela merasakan kegagalan dan mencoba hal-hal baru.
Sebagai seorang wirausahawan, kamu mungkin akhirnya memutuskan untuk mengubah arah perusahaan dan karier. Selain menjadi wirausahawan, kamu juga bisa menjadi inovator, untuk mengembangkan kemampuan.
Kamu juga bisa mengembangkan usaha di bidang lain, seperti membuka usaha restoran, perangkat lunak, dan lain sebagainya. Atau mungkin kamu ditawarkan memiliki kedudukan atau jabatan tinggi di suatu perusahaan lain, sehingga bisa mengembangkan merek di lingkungan lain.
Berbicara langsung kepada pengikut adalah salah satu cara terbaik untuk membentuk hubungan. Tentu saja, ini membutuhkan konten yang menarik dan gambar yang bagus untuk menarik pengikut.
Namun ingat, berkomunikasi secara satu-satu sangat penting, terutama ketika memulai usaha melalui media sosial.
Apabila aktif berhubungan dengan pengikut, seperti membalas pesan, dan komentar, citra merek pun akan tercipta sebagai merek yang ramah dan aktif terhadap pengikut, sehingga pengikut pun tidak pergi.
Mendapatkan pengikut tentunya lebih mudah dibandingkan mempertahankan pengikut, agar tetap mengikuti merek usaha di media sosial.
(Sumber: Liputan6.com/Tira Santia)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?