7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Pasangan Milenial Harus Mempersiapkan Keuangan Dengan Baik Sejak Dini. (Foto: Shutterstock)
Dream – Meski sudah melek internet dan didukung teknologi lebih baik, sejumlah riset menemukan penerapan strategi keuangan di kalangan milenial masih cukup rendah. Kondisi ini dikhawatirkan akan mengganggu kelangsungan finansial keluarga pada masa depan.
Mengutip laporan Indonesia Millenial Report pada 2019, milenial hanya menabung 10,7 persen dari pendapatannya. Separuh penghasilan mereka, atau 51,1 persen, terkuras untuk memenuhi kebutuhan bulanan.
Riset tersebut juga memaparkan generasi milenial memiliki kecenderungan pola keuangan yang kurang seimbang dan minat investasi yang rendah. Berdasarkan survei tersebut, milenial hanya mengalokasikan 2 persen dari pendapatannya untuk investasi.
Bagi generasi milenial, kondisi keuangannya pun berbeda saat mereka masih berstatus lajang. Apalagi, pasangan menikah yang sudah punya anak.
“ Saat menjalani kehidupan rumah tangga, selain memenuhi kebutuhan, kita juga harus memikirkan hal penting seperti investasi untuk menjamin masa depan pasangan dan anak,” kata CEO dan Cofounder Tamasia, Muhammad Assad, dalam keterangan tertulisnya.
![]()
Milenial, lanjut Assad, harus mempersiapkan biaya-biaya tak terduga lainnya seperti sakit atau kecelakaan. Untuk itu, investasi bersama pasangan bisa menjadi salah satu strategi untuk menambah pundi keuangan sekaligus menjadi tabungan jangka panjang keluarga.
Pada dasarnya, membuat perencanaan tidak hanya terbatas pada masalah atau cara mengalokasikan uang, pendapatan, atau pengeluaran semata. Yang tak kalah penting adalah bagaimana bisa menginvestasikan uang tersebut dengan baik.
Dalam hal ini, investasi bukan hanya sekedar aktivitas menabung dan menyimpan uang saja, tetapi juga cara untuk melakukan perhitungan dan pengalokasian dana, sehingga memiliki nilai yang lebih menguntungkan di masa depan.
Berikut ini adalah empat hal yang harus diperhatikan keluarga muda saat memulai investasi bersama.
Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan tujuan investasi bersama pasangan. Hal ini penting untuk dilakukan agar setiap pasangan memiliki ekspektasi dan motivasi yang selaras.
Hitung pendapatan dan pengeluaran bersama, kemudian tentukan tujuan investasi kamu dan pasangan. Apakah untuk membeli tempat tinggal, rencana pendidikan anak, tabungan di masa tua, atau yang lainnya.

Kedua, pikirkan jangka panjang waktu investasi. Setelah memiliki tujuan investasi bersama, kamu dan pasangan juga perlu memperkirakan jangka waktu untuk mencapai tujuan investasi tersebut. Apakah untuk digunakan dalam jangka waktu panjang atau pendek.
Jika ingin memulai investasi dalam jangka panjang, investasi emas adalah pilihan yang baik karena emas memberikan perlindungan aset atau kekayaanmu ketika nilai mata uang jatuh. Hal itu disebabkan karena prinsip dasar emas memang sebagai alat penyimpanan nilai aset untuk jangka panjang. Ketika mulai menabung emas, simpanlah baik-baik untuk kebutuhanmu di 3-10 tahun mendatang.
Ketiga, tentukan strategi dan kontribusi pasangan. Hal ini juga menjadi bagian yang penting ketika memulai investasi bersama pasangan. Jika kamu dan pasangan keduanya memiliki pemasukan tetap setiap bulannya, tentukan berapa besar kontribusi yang diberikan oleh setiap pasangan untuk berinvestasi.
Jika salah satu dari kamu tidak memiliki penghasilan tetap, bicarakanlah berapa alokasi dana bersama yang harus kamu sisihkan untuk investasi.
![]()
Keempat, perhatikan kemampuan finansial keluarga. Berinvestasi haruslah dimulai dari dana lebih. Jangan sampai kamu menggunakan seluruh penghasilan dan budget keluarga untuk berinvestasi. Kamu juga harus tetap mempersiapkan dana cadangan darurat yang memadai.
Paling tidak, ada tabungan dana darurat dengan kesiapan 6-12 bulan pengeluaran sebelum berinvestasi untuk menutupi pengeluaran tak terduga.
Tamasia, lanjut Assad, menyediakan produk investasi emas yang mudah dan terjangkau, mulai dari Rp10 ribu. Untuk proses transaksi yang praktis, nasabah bisa menggunakan metode pembayaran ShopeePay dan memanfaatkan promo cashback hingga 100 persen di ShopeePay Super Online Deals dari tanggal 17-21 Mei 2021.
![]()
“ Dengan begitu, cashback yang didapat bisa dimanfaatkan untuk membeli investasi emas tambahan atau dialokasikan untuk kebutuhan rumah tangga lainnya,” kata dia.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?