Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Siapa Yang Lebih Boros Saat Ramadan? (Foto: Shutterstock)
Dream – Bulan Ramadan menjadi momen yang ditunggu umat Muslim di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Selain beribadah, bulan puasa juga membantu kamu menghemat pengeluaran sebab waktu makan menjadi berkurang.
Jika di hari biasa kamu makan tiga kali sehari, di bulan puasa hanya perlu dua kali sehari, yaitu buka puasa dan sahur. Hemat, kan?
Seharusnya, sih, bisa hemat. Tapi, tak sedikit orang yang justru boros ketika bulan Puasa. Ada lima alasan yang membuat kamu mengeluarkan lebih banyak uang.
Yang pertama, membeli menu berbuka secara berlebihan. Karena seharian lapar, kamu acapkali lapar mata. Banyak makanan berbuka yang kelihatan enak dibeli. Tapi, yang dimakan cuma sedikit.
Kedua, mengikuti banyak agenda buka puasa bersama. Di bulan Ramadan, banyak agenda buka puasa bersama “ gentayangan”. Kalau tak bisa pilah-pilih agenda bukber, alamat kantong kamu akan “ kebakaran”.
Ketiga, banyak promo dan diskon. Pada bulan puasa, toko offline dan online menawarkan beragam promo diskon. Saking senangnya, kamu bisa kalap belanja berlebih, bahkan membeli barang yang tidak diperlukan.
Keempat, “ Gampang, kan, nanti dapat THR (Tunjangan Hari Raya)”. Buat yang sering mengucapkan kalimat ini, hati-hati. Uang THR yang disisihkan untuk menabung, malah habis tak tersisa karena harus menutup pengeluaran bulanan.
Kelima, harga barang naik. Kebutuhan masyarakat semakin meningkat, sementara pasokannya segitu-gitu saja, akan membuat harga barang naik. Kalau yang ini, ya, susah untuk diubah.
(Sumber: CekAja)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya