AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bulan Ramadhan Ini Menjadi Momen Bagi Para Pebisnis Untuk Mendongkrak Jualannya. (Foto: Shutterstock)
Dream – Penggiat usaha yang memiliki kanal digital, akan mempertahankan bisnis dan lapangan pekerjaannya di tengah pandemi. Ini juga berlaku menjelang bulan Ramadhan.
“ Selain memanfaatkan kanal digital, berkolaborasi dan berinovasi juga menjadi kunci menghadapi pandemi,” kata External Communication Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis Tokopedia, Minggu 11 April 2021.
Ekhel pun berbagi tips bagi pebisnis online untuk bisa meningkatkan penjualan selama Ramadhan. Pertama, mencari tahu produk yang sedang laris. Pengguna bisa melihat produk terlaris hingga rekomendasi kategori sampai inspirasi tren produk.
Kedua, mempercantik toko. Tak sedikit marketplace yang menawarkan fitur eksklusif yang bisa dipakai penjual untuk mendesain tokonya. Fitur ini juga bisa meningaktkan penjualan dan kepercayaan pembeli.
Ketiga, mengaktifkan promo bebas ongkir. Ya, fitur ini merupakan favorit pembeli. Dengan fitur bebas ongkir, penjual bisa menjangkau lebih banyak pembeli di luar pulau, khususnya selama Ramadhan. Kebutuhan sehari-hari masyarakat bisa meningkat.
Keempat, menawarkan produk parsel Ramadhan. Ekhel mengatakan, transaksi parsel di Tokopedia melonjak empat kali lipat selama Ramadhan 2020. Penjual bisa mengerek penjualan dengan mengunggah produk parsel.
“ Dengan rumus penamaan: parsel Ramadhan+jenis produk+merek+keterangan,” kata dia.
Yang terakhir, memanfaatkan media sosial untuk promosi. Untuk mendorong penjualan, biasanya penjual membuat promo sendiri. Misalnya, menggunakan bujet untuk membuat voucher di lapaknya. Nah, voucher ini bisa berupa cashback atau gratis ongkir. Promo ini lalu disebar ke media sosial.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli