Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Ilustrasi Bos Toxic. (Foto: Shutterstock)
Dream – Melihat banyaknya waktu yang dihabiskan untuk bekerja setiap hari, tak mengherankan seorang pimpinan bisa membuat pengalaman yang menyenangkan atau memuakkan bagi karyawannya. Kalau bosnya menyebalkan, orang-orang pun rela meninggalkan kantor.
Dikutip dari The Ladder, Selasa 8 Juni 2021, berdasarkan hasil studi, ada 60 persen karyawan memilih hengkang dari perusahaan karena atasan langsungnya. Meskipun jarang ditemukan manajer yang ideal, kamu pun harus bersiap-siap mengatasi pimpinan yang toxic.
Ada lima ciri-ciri pimpinan yang menyebalkan. Pertama, lingkungan kerja jadi berubah. Sebelum kedatangan bos baru, lingkungan kerja seakan menjadi tempat yang menyenangkan. Namun, saat ada pimpinan baru, lingkungan kerja berubah drastis dan seolah-olah menjadi “ neraka”.
Kedua, micromanaging. Nah, bos yang seperti ini biasanya turun tangan untuk hal yang remeh-temeh yang sebenarnya bisa dilakukan oleh karyawan. Manajer yang seperti itu tidak bisa mempercayai orang lain untuk mengerjakan pekerjaannya.
Ketiga, “ haram” untuk mengakui kesalahan. Manajer yang toxic ini jelas tak mau mengakui kesalahan yang dilakukannya.
Keempat, hanya membuat diri sebagai “ nomor satu”. Alih-alih membangun hubungan yang baik, pimpinan macam ini justru hanya ingin membuat dirinya terlihat bagus. Kamu hanya diperlakukan sebagai antek-anteknya daripada kolega.
Manajer seperti ini hanya tertarik kepada orang-orang yang bisa membantunya daripada menolong karier bawahan. Hierarki menjadi hal yang penting dan mereka juga tak segan mengakui pekerjaanmu sebagai pekerjaannya.
Kelima, perlawanan adalah sia-sia. Seorang bos yang baik akan memberikan feedback yang konstruktif dan mau berbenah diri. Tapi, pimpinan yang toxic tidak.
Tak peduli seberapa jelas kamu mengekspresikan diri dan mengkritiknya, dia tidak akan mendengarnya. Malah, mereka bisa memberikanmu sanksi untuk menunjukkan kuasanya.
Bos yang seperti ini benar-benar menyebalkan, ya, Sahabat Dream. Kalau dapat yang seperti ini, ada lima cara yang bisa kamu lakukan untuk bisa menghadapi bos toxic.
Pertama, meskipun terdengar mustahil, kamu bisa mencoba berbicara langsung kepada atasanmu. Ungkapkan dengan jujur tentang masalah-masalah yang dihadapi.
Kedua, pelajari kebiasaannya. Setelah berinteraksi cukup lama bisa membuatmu lumayan frustrasi, kamu bisa menggunakan cara yang ini, yaitu mempelajari kebiasaannya dalam merespons sesuatu. Misalnya, dapat bos yang narsis, kamu bisa membuat mereka bisa lebih dibutuhkan dan divalidasi.
Ini akan menguntungkan bagimu karena pimpinan toxic nan narsis tak terlalu mengancam dan memberikan lebih banyak ruang untuk melakukan pekerjaan.
Ketiga, kamu bisa cari dukungan. Jangan ragu untuk mencari dukungan dari orang lain yang dipercaya. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk membangun hubungan dengan rekan yang lain. Tak ada yang bisa menyatukan orang-orang selain musuh yang sama.
Keempat, kalau metode ini tidak berfungsi dengan baik, kamu bisa mencari dukungan dari HRD. Meskipun sedikit HRD yang beroperasi dengan cepat dan efektif, perusahaan seharusnya menyadari dan memperhatikan apa yang terjadi dengan atasanmu sehingga bisa menanganinya dengan tepat. Kalau tak ada HRD, kamu bisa mencari dukungan dari rekan kerja yang selevel atau lebih tinggi daripada atasan.
Kelima, mulai mencari pekerjaan di tempat lain. Bos yang toxic seperti ini bisa mendatangkan malapetaka bagi kesehatan mental. Kalau situasinya tak bisa dipertahankan, kamu bisa mulai mencari pekerjaan di tempat yang baru.
Kalau situasinya benar-benar darurat, kamu bisa berbicara dengan keluarga atau pasangan untuk mencari dukungan keuangan sementara. Ini bisa dilakukan sembari mencari pekerjaan yang baru.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa