Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Instagram @kementerianBUMN)
Dream – Belum lama ini, perusahaan-perusahaan pelat merah menjadi sorotan. Hal ini disebabkan oleh utang-utang BUMN yang menggunung.
Ada beberapa BUMN yang kini menjadi sorotan. Yang pertama adalah PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero).
Dikutip dari berbagai sumber, Senin 7 Juni 2021, BUMN penerbangan ini mengantongi utang jumbo, yaitu Rp70 triliun. Bahkan, disebutkan utang ini bertambah Rp1 triliun per bulan.
Maskapai ini “ rugi bandar” karena biaya sewa pesawat yang tidak wajar, pesawat yang terlalu banyak, dan melayani rute-rute yang sebetulnya tidak menguntungkan jika dilihat secara bisnis.
Garuda sebetulnya bukan satu-satunya perusahaan pelat merah yang harus berhadapan dengan tumpukan utang. Menteri BUMN, Erick Thohir dalam sebuah kesempatan juga pernah menyentil kinerja PLN. BUMN setrum ini dilaporkan mengelola utang hingga ratusan triliun rupiah pada akhir 2019 lalu
“ Contoh, PLN itu utang Rp500 triliun. Tidak ada jalan kalau PLN tidak segera disehatkan,” kata dia, dikutip dari Merdeka.com.
Erick meminta PLN untuk menekan belanja modal (capital expenditure) sampai 50 persen. Kini, belanja modalnya bisa ditekan sampai 24 persen.
“ Tidak sampai di situ, kami meminta direksi PLN dari Rp500 triliun harus ada renegosiasi utang dengan bunga yang lebih murah, paling tidak kalau bisa seperlima. Alhamdulilah dari PLN sendiri sudah sampai negosiasi sampai Rp30 triliun,” kata dia.
Selain PLN dan Garuda, ada lagi BUMN-BUMN yang utangnya besar. Misalnya, PT Kereta Api Indonesia (Perser) yang memiliki utang Rp15,5 triliun sejak 2020.
Ada juga PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III (Persero) yang mengantongi utang senilai Rp45,3 triliun. Utang itu berasal dari 23 bank senilai total Rp41,2 triliun dan sisanya dari surat utang.
BUMN karya pun juga tercatat memiliki utang double digit. Sebut saja, pada 30 September 2020, PT Waskita Karya Tbk (Persero) melapokan posisi utang perusahaan mencapai Rp91,86 triliun. Sementara rekan sesama BUMN konstruksi, PT Wijaya Karya Tbk (Persero) memiliki utang Rp45,26 triliun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya