Dilanda Krisis, Ini 4 Siasat Penyelamatan Garuda

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 3 Juni 2021 14:13
Dilanda Krisis, Ini 4 Siasat Penyelamatan Garuda
Mulai dari pensiun dini hingga diminta fokus pada rute domestik.

Dream – PT Garuda Indonesia Airlines (Persero) sedang mengalami kesulitan keuangan karena pandemi COVID-19. Utang perseroan ini terus menumpuk hingga Rp70 triliun dan diperkirakan bertambah Rp1 triliun.

Pihak manajemen bekerja keras untuk menyehatkan kondisi finansial Garuda. Salah satunya menyebar tiket promo pesawat untuk mengatasi minimnya perjalanan selama periode pandemi COVID-19.

Pada Mei 2021, Garuda Indonesia coba menghadirkan harga spesial dengan diskon tiket 25 persen untuk penerbangan kelas ekonomi rute domestik dalam promo khusus bertajuk Economy Lite (Eco Lite).

Tak hanya promo tiket pesawat, ada juga cara-cara yang dilakukan untuk menyelamatkan maskapai penerbangan ini.

 

1 dari 2 halaman

Pensiun Dini dan Komisaris Tak Digaji

Yang pertama adalah pensiun dini. Manajemen menawarkan program ini hingga 19 Juni 2021. Langkah ini diikuti dengan rencana untuk mengurangi jumlah pesawat yang beroperasi.

“ Memang betul kami menawarkan pensiun dipercepat bagi karyawan Garuda Indonesia. Tahun 2020 karyawan Garuda Indonesia saja 7.890 orang dan tahun lalu kita sudah melakukan program pensiun dini ini, plus percepatan kontrak dari pegawai-pegawai kita,” kata Direktur Utama Garuda, Irfan Setiaputra, dikutip dari Liputan6.com.

Kemudian, karyawan yang tidak mengambil pensiun dini, rela gajinya ditunda.

Ke dua, komisaris rela tak digaji. Berdasarkan surat bernomor GARUDA/ANGGOTA-DEKOM-/2021 tertanggal 2 Juni 2021 yang diterbitkan oleh Anggota Dewan Komisaris Garuda Indonesia, Peter Gontha, dewan komisaris memutuskan untuk tidak dibayar. Hal ini bertujuan agar maskapai penerbangan bisa selamat.

Komisaris Utama Garuda, Triawan Munaf, mengatakan peniadaan honorarium telah disetujui agar perseroan bisa bangkit kembali.

2 dari 2 halaman

Pengurangan Komisaris dan Fokus Rute Domestik

Ke tiga, mengurangi jumlah komisaris. Menteri BUMN, Erick Thohir, mengusulkan hanya ada dua orang di dewan komisaris Garuda. Usulan Erick ini juga disambut baik Triawan.

Menurut dia, hal ini perlu dilakukan agar keuangan bisa diperketat, terutama di tengah pandemi COVID-19. “ Efisiensi berarti kita tetap terbang, kita tetap melayani kebutuhan transportasi masyarakat, tapi dengan jalan yang tidak merugikan kita sendiri,” kata dia.

Keempat, fokus rute domestik. Erick meminta maskapai ini fokus kepada penerbangan domestik. Dia ingin maskapai ini melayani perjalanan antar pulau di Tanah Air.

“ Indonesia ini negara kepulauan, jadi tidak mungkin orang Indonesia menuju pulau lain pakai kereta, pilihannya ada dua yaitu kapal laut atau penerbangan. Garuda dan Citilink akan fokus kepada pasar domestik, bukan pasar internasional,” kata dia.

Menurut database Garuda, penumpang tujuan daerah sebanyak 78 persen dengan pendapatan mencapai Rp1.400 triliun. Sementara itu, jumlah penumpang tujuan luar negeri tercatat hanya 22 persen dengan pendapatan Rp300 triliun.


(Sumber: Maulady Rizky Bayu Kencana)

Beri Komentar