Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Siapa Siap Menjadi Pemimpin? (Foto: Shutterstock)
Dream – Ketika mendengar kata “ pemimpin”, yang paling terlintas di pikiran adalah “ manajer”. Tapi, tahukah bahwa pemimpin bukanlah seorang manajer?
Pemimpin yang sejati tidaklah selalu berkaitan dengan mengatur orang. Dia adalah seseorang yang berpengaruh terhadap orang lain. Jika ingin menjadi pemimpin, sebaiknya memperhatikan lima ciri ini.
Dilansir dari Lifehack, Senin 8 Januari 2018, pemimpin hadir untuk perubahan. Ya, mereka selalu mencari perbaikan sistem dan tak masalah dengan tantangan yang kerap muncul.
Banyak orang memberikan masukan untuk perubahan dan tak mudah pula menyatukan aspirasi mereka. Nah, peran pemimpin hadir untuk mengakomodasi semua masukan dan membuat hal yang mustahil menjadi bisa dilakukan.
Yang kedua, pemimpin selalu berada di lima langkah ke depan. Seorang pemimpin menyediakan petunjuk dan panduan untuk grup. Mereka juga perlu tahu dampaknya.
Pada saat yang bersamaan, pemimpin juga fleksibel. Kalau diperlukan, pemimpin tak keberatan mengubah rencana kerja.
Ketiga, sesibuk-sibuknya mereka, pemimpin tak akan melewatkan satu pun rutinitas. Mereka percaya kesuksesan ini berawal dari kebiasaan yang baik dan proses.
Mereka tidak percaya kesukesan diraih dalam semalam. Para pemimpin memastikan bisa mengefisienkan waktu untuk tetap bisa mengerjakan kebiasaan.
Keempat, pemimpin suka mendorong yang lainnya. Cara terbaik untuk memotivasi seseorang adalah menyemangati dan memberikan kekuatan untuk menghadapi pekerjaan dan kehidupan.
Ini bisa meningkatkan produktivitas kerja dan rasa memiliki dengan baik. Jika ingin menjadi pemimpin, lebih baik mempercayai tim bekerja dan biarkan mereka membuat keputusan. Yang perlu diingat di sini, hindari mikromanajemen.
Kelima, pemimpin mempercayai intuisi. Banyak orang bilang mengikuti kata hati tidaklah baik bagi karier. Namun, pemimpin sejati tidak. Mereka justru mempercayai intuisi dan logika untuk membuat keputusan. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya