Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Banyak pegawai berpikir pindah kerja adalah solusi untuk masalah yang dihadapinya. Namun nyata, kantor baru ternyata mempunyai masalah yang sama dengan tempat lama.
Alih-alih menyelesaikan masalah, kondisi ini pastinya membuat frustasi. Pelan-pelan Anda akan berpikir pindah kerja lagi. Dan masalah berulang terus-menerus.
Sebelum Anda memutuskan pindah kerja atau bertahan dengan pekerjaan yang ada sekarang, inilah lima hal yang akan Anda ditemukan di kantor manapun:
1. Gaji tak adil
Pernah melihat gaji bawahan dengan bos Anda yang sangat jauh bagai langit dan bumi. Isu ini banyak dialami di kantor manapun. Pegawai akan membandingkan gaji yang mereka terima dengan bosnya, bahkan dengan temannya sendiri.
Di Amerika Serikat, pegawai bahkan dilanda kecemasan akan penurunan penghasilan. Bukannya naik gaji.
Namun ingatlah perusahaan akan memperhatikan pegawai yang dianggap setia. Tentunya mereka sudah membuktikan sebagai pekerja dengan kinerja bagus. Bukan tak mungkin gaji Anda akan dinaikan.
2. Pekerjaan Lebih Banyak
© Dream
2. Pekerjaan lebih banyak dari rekan kerja
Kerjasama tim, pasti sering Anda dengar. Meski dibenci, dalam banyak kasus, prinsip ini yang bisa menggapai kesuksesan perusahaan.
Meski konsepnya kerja bersama, tak jarang banyak pegawai mengeluhkan jika pekerjaannya lebih banyak dibandingkan yang lain. Padahal jika dilihat lebih dalam, setiap tim memiliki perannya masing-masing. Tinggal Anda melihat gambar besar daripada sibuk membanding-bandingan jatah pekerjaan yang didapat.
3. Teman kerja tak cocok
Setiap perusahaan membutuhkan beragam pegawai dengan karakternya masing-masing. Mungkin saja ada pegawai yang menyebalkan, cari muka, cerewet, atau berbagai karakter lain.
Gaya bekerja merupakan satu hal, namun pertikaian karena alasan kepribadian rekan kerja adalah masalah lain. Ingatlah ini hanya sekadar perbedaan filosofi dalam bekerja. Jangan membuat karakter teman bekerja membuat Anda mundur.
© Dream
4. Tak Pernah Dapat Libur
Jika liburan terakhir Anda hanya menikmati pemadangan danai, kamun mungkin merasa frustasi dengan pekerjaan sekarang. Ini benar mengganggu. Bahan bagi seorang penggila kerja sekalipun.
Susah mendapatkan hari libur memang masalah besar bagi banyak pegawai. Jika Anda memang membutuhkan waktu berlibur, carilah cara untuk mendapatkannya.
5. Anda Punya Teman Beracun
Beberapa pekerjaan memang beracun karena budaya kerja yang memang membutuhkan pekerja dengan karakter itu. Memang tak semua kantor berlaku demikian. Tapi paling tidak satu atau dua orang dengan karakter ini, ada di kantor kamu.
Dalam beberapa kasus, kantor sangat membututuhkan pekerja beracun ini tanpa disadari.
(Sumber: thecheatseet.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya