Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Festival Pasar Modal Syariah 2016 (Dream.co.id/Idho Rahaldy)
Dream - Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pialang saham, aset management, sukuk dan reksadana, PT Trimegah Asset Management memposisikan diri sebagai 'One Stop Invesment'.
Menyediakan segala kebutuhan nasabah dalam kepentingan jual-beli saham, reksa dan hingga ORI (Obligasi Republik Indonesia ). Sehingga dalam satu rekening saja, setiap nasabah dapat langsung membeli banyak produk yang dibutuhkan.
Diungkapkan salah satu staff pemasaran, Syamsudin hingga saat ini penjualan surat utang syariah (Sukuk) di Trimegah sudah menunjukan pertumbuhan yang cukup bagus. Bahkan selama bulan Maret lalu, penjualan Sukuk sudah menyentuh angka hampir Rp 1 triliun.
" Sedangkan sukuk kan baru dikeluarkan pemerintah 11 Maret kemarin," terangnya saat dijumpai di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta Selatan pada Sabtu, 2 April 2016.
Transaksi saham per hari yang ditangai Trimegah saat ini mencatat angka Rp 200 miliar-300 miliar. Dengan data investor terbanyak dari kalangan ritel dan institusi.
Sejauh ini, diakui Syamsudin bahwa tren investasi yang sedang tumbuh baik adalah reksa dana. Pertumbuhan investasi ini bahkan sudah berkali-kali lipat.
Diakui Syamsudin, agen pemasaran memang hanya akan menawarkan jenis-jenis investasi sesuai dengan profil nasabah. Bagi yang ingin bermain aman, tanpa kejutan fluktuasi yang kadang naik turun, ia menyarankan untuk mencoba reksa dana campuran.
Tapi untuk pemodal yang ingin merasakan keuntungan dengan jumlah besar, akan diarahkan ke saham, dengan tingkat risiko sepadan.
" Kalau mau yang tetap bisa ke obligasi dan Sukuk. Kalau mau pensiun ingin cari yang lebih aman lagi bisa masuk ke sukuk ORI" imbuhnya.
Lebih jauh Syamsudin juga mengatakan bahwa sudah banyak investor yang merasakan keuntungan berinvesatasi di pasar modal. Hal itu terbukti dari banyaknya pemodal yang melakukan permintaan roll over. Artinya, saat produk investasi sudah jatuh tempo, investor melakukan pembelian kembali.
" Ada nasabah penempatan Rp 10 miliar di obligasi, dalam jangka 3 bulan dia sudah dapat tiap bulannya itu terakhir 11 persen per tahun. Jadi tinggal kalikan saja berapa," ungkap Syamsudin.
Menurut Syamsudin, keuntungan investasi di reksa dana akan cukup terasa dalam jangka waktu setahun. Berbeda dengan saham yang dalam hitungan bulan sudah dapat terlihat hasilnya. Atau seperti pendapatan tetap yang tiap bulan sudah dapat dinikmati dalam bentuk kupon bunga.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
