Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Safir Senduk Saat Mengisi Diskusi Dalam Festival Pasar Modal Syariah 2016
Dream - Perencanaan keuangan hendaknya dilakukan sedini mungkin. Akan lebih baik jika investasi dilakukan dengan mengikuti syariat agama Islam. Ajakan itu diungkapkan salah seorang perencana keuangan ternama, Safir Senduk.
Menurut Safir, investasi dan menabung menjadi kewajiban bagi setiap orang. Beberapa kaidah syariah daam berinvestasi menjadi penting untuk diperhatikan. Selain itu, sangat penting untuk menanamkan uang pada jenis bisnis yang tak berbunga ataupun sesuatu yang berhubungan dengan judi dan spekulasi.
" Mudahnya disingkat jadi halal, adil, tetap, jelas dan transparan. Tidak boleh riba karena keuntungan diperoleh dari bagi hasil. Harus pasti dan jelas," kata Safir saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Dalam mengalokasikan kekayaan, Safir menyarankan untuk mempertimbangkan tiga hal. Setiap orang harus memiliki investasi sebanyak mungkin, baik pendapatan tetap maupun investasi pertumbuhan.
Bagi calon investor pemula, Safir menyarankan agar mempelajari salah satu produk seperti reksa dana. Mempelajari produk itu merupakan langkah aman sebelum memutuskan berinvestasi pada emas, saham dan properti yang membutuhkan lebih banyak modal.
Sedangkan untuk calon investor yang ingin melakukan diversifikasi, dia hanya menyarankan lima instrumen bagi setiap investor.
" Pendapatan tetap ada deposito dan sukuk. Sedangkan investasi pertumbuhan itu emas, properti. Kalau mau memilih investasi pertumbuhan tidak apa-apa selama tahu resiko dan cara mengatasinya," ujar dia menambahkan.
Safir menyarankan, agar remaja mulai menyiapkan dana untuk masa depan. Misalnya, cicilan rumah yang diambil dari bank syariah dan persiapan biaya pendidikan untuk anak-anaknya kelak.
" Kalau mau pergi haji nabung lewat asuransi haji dan reksa dana. Pensiun lewat reksadana dan saham atau buka bisnis sendiri," ucap dia menambakan.
Meski begitu, Safir memberi pesan yang tak kalah penting. Pesan itu untuk mengatur keinginan sesuai dengan kebutuhan seperti yang telah diperintahkan Allah di dalam Alquran.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
