7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Bagaimana Caranya Berinvestasi Saham Saat IHSG Sedang Terpuruk? (Foto: Shutterstock)
Dream – Agar masa depan tetap aman walaupun ada guncangan ekonomi, investasi menjadi sangat penting untuk dilakukan. Instrumen investasi yang tepat bisa membantumu untuk menghasilkan keuntungan yang maksimal.
Namun, saat pandemi Covid-19, beragam investasi turut terpuruk. Dari beberapa catatan hanya emas yang terus perkasa meskipun tetap berfluktuasi namun tidak separah jenis instrumen investasi lainnya.
Sementara itu, dari sisi perdagangan saham beberapa waktu lalu sempat terjadi halt trading atau penghentian perdagangan akibat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot cukup tajam. Tentu hal ini membuat pemilik dana was-was.
Dikutip dari Merdeka.com yang melansir Ceritauang, Senin 1 Juni 2020, ada beberapa tips investasi yang bisa dilakukan saat IHSG jeblok.
Pertama, jangan panik dan tetap berpikir jernih. Segala sesuatu yang didahului dengan kepanikan, maka hasilnya tak akan baik. Apalagi, mengambil keputusan saat panik, itu merupakan kesalahan fatal.
Kedua, cek penurunan investasimu versus IHSG, terutama jika kamu membeli saham Iangsung atau berinvestasi di produk yang ada sahamnya misalnya reksa dana saham, campuran.
Ketiga, cek juga indeks sektoral, karena bisa jadi sektor tertentu gerakannya tidak sama dengan IHSG.
Keempat cari tahu informasi tentang tren ke depan, terutama yang terkait dengan investasimu.
Kelima, jika tren penurunan cukup lama, kamu bisa mempertimbangkan untuk melakukan penyesuaian.
Misalnya, investasi berkala yang awalnya di saham atau reksadana dialihkan ke investasi Iain yang lebih tidak berfluktuatif.
Jika pasar sudah normal atau mulai naik Iagi, baru mulai investasi Iagi ke saham atau reksadana, bahkan saham dan reksadana secara campuran.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?