Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Mengelola Keuangan Perlu Dilakukan, Terutama Saat Pandemi Covid-19 Ini. (Foto: Shutterstock)
Dream – Mengelola keuangan menjadi hal yang gampang gampang susah bagi sebagian orang. Apalagi, mengelola keuangan selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
“ Sebaiknya, kita membuat rencana anggaran selama pelaksanaan PPKM Darurat saat ini,” kata perencana keuangan, Lolita Setyawati, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 14 Juli 2021.
Lolita mengatakan, rencana keuangan tersebut bertujuan untuk memantau besar pemasukan dan pengeluaran. Ditambah lagi, rencana keuangan bisa membantu kita untuk menentukan skala prioritas agar keuangan menjadi lebih terkontrol.
Kedua, menyiapkan dana darurat. Di situasi yang tidak menentu seperti sekarang, menyiapkan dana untuk pengeluaran tidak terduga menjadi sangat penting bagi semua masyarakat.
Salah satu cara untuk menyiapkan dana darurat adalah dengan menyisihkan secara rutin dalam bentuk investasi jangka pendek yang mudah dicairkan kapan pun dibutuhkan.
Ketiga, membatasi pengeluaran. Pengeluaran yang tidak terlalu penting sebaiknya dialokasikan untuk pengeluaran esensial seperti kebutuhan pokok dan kesehatan, terutama selama PPKM dijalankan. Tujuannya agar bisa memilah alokasi pengeluaran yang tepat dan sesuai prioritas, seperti tagihan listrik.
“ Hal ini dapat dengan mudah kita lakukan, antara lain dengan memiliki alokasi dana yang bisa digunakan untuk pembayaran kebutuhan,” kata dia.
Keempat, hindari utang dengan bunga tinggi. Kondisi pandemi yang panjang mengakibatkan ketidakpastian pendapatan. Dengan demikian, kemampuan untuk membayar cicilan utang berbunga tinggi, seperti kartu kredit dan pinjaman online menjadi tidak pasti.
“ Dengan menghindari utang, kita dapat mengerem keinginan untuk berbelanja barang yang tidak dibutuhkan,” kata dia.
Kelima, proteksi diri dengan asuransi. Bahaya pandemi Covid-19 tak bisa dianggap remeh. Oleh sebab itu, sangat penting bagi masyarakat untuk mulai punya asuransi untuk diri maupun keluarga.
Keenam, tetap menabung dan berinvestasi. Jangan lupa tujuan keuangan pada masa depan di tengah kondisi saat ini. Jadi, tetaplah menyisihkan dana untuk investasi setiap bulan.
Ketujuh, menambah pendapatan dari sumber lain. Semenjak hadirnya pandemi, dunia digital semakin diminati masyarakat terlebih generasi milenial, salah satunya untuk berbisnis/mencari uang.
Berjualan atau aktivitas lainnya untuk menerima transaksi pun tentu semakin dimudahkan terlebih dengan hadirnya beragam platform e-money di Indonesia.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan