Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Reksa Dana Syariah Bisa Kamu Gunakan Untuk Instrumen Investasi. (Foto: Shutterstock)
Dream – Sudahkah merencanakan keuangan dan membuat target finansial? Selain tabungan kamu juga harus menyimpan uang dengan cara berinvestasi.
Banyak produk investasi yang bisa kamu pilih. Jika kamu masih awam namun mau mencoba berinvestasi, cobalah terlebih dahulu dengan membeli reksa dana syariah.
Dikutip dari Sikapi Uangmu, Minggu 9 Februari 2020, reksa dana syariah ini merupakan wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh badan hukum. Badan ini bernama manajer investasi.
Uang yang kamu investasikan ini nantinya akan diinvestasikan ke dalam surat berharga syariah bernama surat berharga syariah, seperti sukuk, saham, dan instrumen syariah lainnya.
Berikut ini adalah tujuh fakta reksa dana syariah yang harus kamu ketahui sebagai calon investor.
1. Produk reksa dana syariah dijamin kesyariahannya oleh Dewan Pengawas Syariah.
2. Reksa dana syariah dikelola oleh unit khusus.
3. Reksa dana syariah dikelola oleh manajer investasi syariah.
4. Reksa dana syariah memiliki banyak pilihan produk.
5. Reksa dana syariah berbasis efek syariah luar negeri pertama di Indonesia.
6. Reksa dana syariah memiliki rata-rata pertumbuhan market cap paling tinggi.
7. Marketplace reksa dana syariah tersedia secara offline dan online.
Ada tiga hal yang perlu kamu perhatikan sebelum membeli reksa dana syariah. Pertama, pembelian reksa dana dapat dilakukan secara langsung melalui perusahaan manajer investasi yang menerbitkan dan mengelola reksa dana. Kamu juga bisa membelinya melalui bank yang bertindak sebagai agen penjual efek reksa dana (APERD).
Kedua, calon investor harus memiliki kartu identitas KTP atau SIM dan Nomor Pajak Wajib Pajak (NPWP) agar bisa membuka rekening sebelum membeli reksa dana.
Ketiga, investor wajib melalukan proses know your customer (KYC) dan investor diwajibkan untuk melalukan pertemuan dengan manajer investasi atau APERD minimal sekali.
Dream - Sahabat Dream, mungkin masih banyak yang enggan berinvestasi lewat reksa dana syariah. Kekhawatiran akan risiko menjadi salah satu faktor orang untuk tidak mau berinvestasi di produk keuangan ini.
Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Legowo Kusumonegoro, mengatakan tidak semua reksa dana berisiko tinggi. Bahkan produk reksa dana syariah mengalahkan inflasi.
" Cocok untuk pemula sebelum mencari investasi yang berisiko tinggi," kata Legowo di acara " Invest Talk" di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu 21 April 2018.
Legowo mengatakan reksa dana syariah merupakan produk investasi yang aman dan amanah. Tak hanya itu, reksa dana syariah cukup terjangkau.
![]()
" Dengan uang Rp10 ribu, kita bisa membeli reksa dana syariah," kata dia.
Selain itu, Legowo mengatakan reksa dana syariah bersifat liquid atau mudah dicairkan. " Apalagi kalau kita lagi BU (butuh uang)," kata dia.
Lebih lanjut, Legowo mengatakan pemanfaatan reksa dana syariah juga mudah karena sudah ada manajer yang mengelola dana investasi. " Investasinya nggak ribet karena ada ahlinya," kata dia.
Direktur Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Moch Muchlasin, mengatakan potensi reksa dana syariah di Indonesia masih besar. Menurut dia, market share produk keuangan ini sebesar 6,7 persen.
" Artinya, dari 100 orang, yang beli reksa dana syariah ini baru 6 orang. Masih banyak orang yang bisa diajak untuk ikut," kata Muchlasin.
Muchlasin mengatakan perlu ada kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperdalam penetrasi pengetahuan tentang reksa dana syariah kepada masyarakat. Sejumlah kegiatan sosialiasi pun perlu digelar agar masyarakat kian mengenal apa itu reksa dana syariah.
Sekadar informasi, acara Invest Talk digelar oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dengan PT Manulife Aset Manajemen Indonesia.
" Keuangan syariah harus didukung oleh banyak pihak," kata Muchlasin yang sekaligus perwakilan MES.
Dream – Kepala Bagian Hubungan Kelembagaan dan Informasi Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dien Sukmarini mengungkapkan minat masyarakat berinvestasi dalam produk reksa dana syariah semakin tumbuh.
" Alhamdulillah reksa dana syariah terus berkembang, yang paling signifikan itu di tahun 2017, nah ke sini-sini. Alhamdulillah tumbuh di atas 20 persen," kata dia dalam acara " Peluncuran Bareksa Umroh" di Jakarta, Rabu 10 Juli 2019.
Dien menjelaskan pertumbuhan signifikan dari industri reksa dana syariah salah satunya ditopang oleh sejumlah produk reksa dana yang menyasar efek syariah di luar negeri.
" Reksa dana luar negeri itu portofolionya itu di efek luar negeri yang syariah, saham-saham syariah di dunia," kata dia.

Meski cukup tinggi kontribusinya, Dien mengatakan jika porsi reksa dana yang menyasar efek syariah di luar negeri menempati urutan kedua dari total penerbitan reksa dana syariah.
Sampai saat ini, penerbitan reksa dana terbesar masih banyak ditujukan pada efek saham.
" Reksa dana luar negeri itu nomor dua lah dari keseluruhan reksa dana syariah," ucap dia.
Pada 2019, OJK mencatat nilai dana kelolaan industri reksa dana syariah Indonesia mencapai Rp33,06 triliun.
Dream – PT Bareksa Portal Investasi baru saja meluncurkan program terbarunya, Bareksa Umroh. Program ini terintegrasi langsung dengan Bareksa.com.
Melalui program ini, masyarakat bisa menabung umroh dengan reksa dana.
Chief Sales & Marketing Bareksa, Rani Sumarni mengatakan, program Bareksa Umroh ini merupakan bentuk inovasi perusahaannya di mana nasabah bisa menabung reksa dana untuk umroh.
" Layanan Bareksa Umroh memberikan lima keuntungan, pertama aman, halal, online, terpercaya dan terpadu,” kata Rani saat launching program Bareksa Umroh di Jakarta, Rabu 10 Juli 2019.
Dia mengatakan para calon nasabah bisa membuka langsung rekening reksa dananya melalui Bareksa.com. Di sana, calon nasabah bisa mendaftar secara mandiri menggunakan sistem online.
“ Kami aman, karena diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," kata dia.
Direktur Bareksa.com, Ni Putu Kurniasari menjelaskan, konsep menabung reksa dana untuk umroh itu tujuannya untuk mempermudah para nasabah.
" Biasanya kalau sequence begitu simpanan selesai keluar platform itu dananya dialihkan untuk umroh. Tapi, di Bareksa.com, begitu simpanan selesai dan dana cukup bisa dibelikan paket umroh dalam satu platform," kata Putu.
Bareksa menargetkan mampu mendapat nasabah yang ingin menabung reksa dana untuk umroh ada bulan pertama sebanyak seribu orang.
Untuk memberangkatkan jemaah, Bareksa.com menggandeng agen travel haji dan umroh, Al Qadri.
" Untuk harga, kami serahkan sepenuhnya ke Al Qadri dan kami melihat Al Qadri ini tidak pernah ada track record gagal memberangkatkan jemaah," kata Putu.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan