7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Apa Saja Kesalahan Investasi Yang Sering Dilakukan Orang-orang? (Foto: Shutterstock)
Dream - Sahabat Dream, salah satu cara kita untuk menghimpun kekayaan adalah berinvestasi. Investasi pun bisa dilakukan di beragam instrumen, misalnya, tanah, properti, saham, deposito, dan reksa dana.
Dikutip dari akun Instagram Otoriras Jasa Keuangan, @ojkindonesia, Senin 23 November 2020, ada kesalahan yang sering tidak disadari ketika berinvestasi.
" (Sehingga) investasi tidak membuahkan hasil seperti yang diinginkan," tulis OJK.
Pertama, tidak memiliki tujuan investasi yang jelas. Sebagian besar investor, terutama pemula, tidak punya tujuan yang jelas dalam berinvestasi.
Mereka hanya ikut-ikutan tapi tak memahami instrumen yang digunakan dalam berinvestasi.

Ke dua, tidak realistis terhadap risiko. Dalam berinvestasi, risiko selalu berbanding lurus dengan pertumbuhan hasil investasi. Semakin besar uang yang ditanamkan, semakin besar juga risiko yang dihadapi.
Banyak investor tergiur dengan tingkat keuntungan yang tidak wajar, ditambah lagi dengan risiko yang ditawarkan minim. Jangan sampai cepat tergiur dengan janji keuntungan yang tidak wajar.
Ke tiga, tidak melakukan analisis yang jelas. Sebelum memutuskan investasi, sebaiknya melakukan perhitungan. Kamu perlu menganalisis dengan matang kemungkinan keuntungan yang diperoleh dalam suatu periode beserta risiko yang mungkin terjadi.

Ke empat, jangka waktu, instrumen, dan tujuan investasi tidak sesuai. Setiap instrumen investasi punya karakteristik berbeda. Ada yang untuk jangka pendek, menengah, dan panjang.
Pilihlah instrumen yang sesuai dengan kebutuhan. Sesuaikan juga dengan jangka waktu berinvestasi dan tujuan yang ingin dicapai.
Ke lima, tidak melakukan diversifikasi investasi. Jangan sampai menempatkan semua uang di satu instrumen investasi. Jika instrumen ini rugi, risiko yang ditanggung akan semakin besar.
Ke enam, tidak fokus ke rencana yang sudah dibuat. Kedisiplinan diperlukan untuk bisa menghindari hal-hal yang membuat kabur tujuanmu dalam berinvestasi. Mempertahankannya lebih sulit daripada meraih kekayaan.

Ke tujuh, terlalu cepat mengambil keputusan. Hal ini merupakan kesalahan umum yang sering dilakukan oleh investor pemula. Semangat yang terlalu tinggi tanpa melakukan pertimbangan yang matang memungkinkan kamu salah dalam memutuskan. Kamu pun akan gagal mendapatkan imbal hasil yang tinggi.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?