Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Supercar.
Dream – Perusahaan diler supercar di Tiongkok mendesak orang kaya untuk membeli mobil mewah. Sebab, dalam waktu dekat, harga mobil ini akan naik 10 persen.
Dilansir dari Shanghaiist, Senin 5 Desember 2016, kenaikan harga ini disebabkan pajak 10 persen untuk barang mewah. Pajak ini dikenakan untuk mobil mewah dengan harga 1,3 juta yuan (Rp2,52 miliar) ke atas.
Yang terkena kebijakan ini adalah mobil mewah jenis Ferrari GTC 4 Lusso, Bentley Bentayga, Aston Martin DB9, BMW dan Audi.
Setelah kabar ini tersiar, diler mobil mewah di Tiongkok, mendesak konsumen untuk segera membeli mobil mewah sebelum harganya naik dan sebelum tengah malam.
Alhasil, cara ini membuat banyak mobil terjual dalam waktu sehari. Sayangnya, tak disebutkan angkanya. Namun, diler mengaku senang karena jumlah penjualan yang telah dicatatkan ini sama dengan penjualan mobil dalam waktu tiga bulan.
© Dream
Kebijakan pajak barang mewah sebesar 10 persen ini bukanlah tanpa alasan. Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mempertimbangkan isu lingkungan dan perilaku masyarakat untuk kebijakan ini.
Yang pertama, pengurangan emisi ini adalah komitmen Jinping untuk mengurangi emisi yang mempengaruhi pemanasan global. Yang ke dua adalah perilaku masyarakat. Dia tidak ingin ada jurang antara si kaya dan si miskin.
Tak hanya itu, pengenaan pajak barang mewah ini merupakan cambuk bagi para koruptor di Tiongkok sebelum dirinya berkuasa. Menurut Jinping, pengeluaran besar untuk pembelian mobil mewah inilah yang memperbesar jurang pemisah antara orang kaya dengan orang miskin.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya