Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Indeks Syariah Kompak Menguat Di Awal Pekan.
Dream - Indeks syariah ditutup positif di penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin 5 Desember 2016. Penguatan terjadi di tengah kekhawatiran investor terhadap kondisi global dan regional.
Kecemasan itu terlihat dari laju dua indeks acuan syariah yang sempat bergerak melemah setelah dibuka menguat di sesi pembukaan.
Pada papan perdagangan BEI, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup di level 174,08, atau naik 0,748 poin atau 0,43 persen. Penguatan juga terjadi pada indeks saham bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang naik 5,012 poin (0,71%) ke level 708,416.
ISSI mengawali pembukaan awal pekan di zona positif meski sempat bergerak melemah ke level terendah di 173,055. Adanya aksi beli di sesi kedua membuat ISSI kembali melaju positif meski tekanan jual kembali muncul jelang sesi penutupan.
Hingga sesi paska penutupan perdagangan, sebanyak 50,15 miliar lembar saham telah diperdagangkan. Total trasaksinya pun mencapai angka Rp3,33 triliun. Kinerja positif dicetak 107 saham syariah sementara 89 saham syariah lain masih menghadapi tekanan jual.
Emiten sektor pertambangan tetap menjadi motor utama penggerak perdagangan hari ini. Indeksnya melesat 2,29 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur 0,95 persen, dan sektor konsumer 0,75 poin.
Sebaliknya, indeks sektor properti dan keuangan justru mengalami terkoreksi dengan melemah masing-masing 0,10 persen dan 0,16 persen.
Emiten-emiten syariah top gainer yang menjadi favorit investor hari ini adalah emiten PTBA yang harga sahamnya melesat Rp1.175, diikuti dengan UNTR Rp525, INTP Rp375, AALI Rp300, dan ICBP Rp125.
Sebaliknya, emiten-emiten syariah top losser adalah emiten LPPF yang harga sahamnya turun sebesar Rp500, diikuti oleh emiten UNVR Rp175, MIKA Rp30, WSKT Rp30, dan SMGR Rp25.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup di level Rp13.531 per dolar AS. Kursnya melemah 31 poin atau 0,23 persen.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya