Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lego Tutup Sementara Sampai 27 Maret 2020. (Foto: Akun Instagram @lego)
Dream - Sejak virus corona menjadi pandemik global, perusahaan mainan terkenal Lego akkhirnya memutuskan menutup semua tokonya di dunia. Legi hanya akan membuka satu toko yang beroperasi di Tiongkok.
Penutupan seluruh toko offline Lego ini akan berlangsung sampai 27 Maret 2020.
Pengumuman penutupan toko retail Lego itu disampaikan perusahaan lewat unggahan di akun resmi Instgramnya, pada Rabu, 18 Maret 2020.
" Kesehatan dan keselamatan anak-anak serta komunitas di seluruh dunia adalam prioritas utama kami," tulis Lego dikutip dari akun Instagramnya, @lego.
Meski menutup tokonya di seluruh dunia, Lego memastikan seluruh pegawai yang diliburkan akan tetap menerima gaji dari perusahaan.
Selain itu, Lego juga akan tetap melayani pembelian dari pelanggan setianya yang dilakukan lewat media online atau situs jual beli milik perusahaan.
Lego juga merasa terinspirasi oleh upaya semua orang di dunia yang berusaha saling melindungi diri dari paparan virus. Salah satu yang menguatkan Lego adalah fakta jika bermain dan belajar bisa kembali menguatkan momen kebersamaan keluarga meski di masa-masa penuh ketidakpastian.
" Kita akan melalui ini bersama-sama. Jadi, tetaplah selamat, tinggal di rumah, dan tetap kuat," tulis Lego.

View this post on Instagram
Dream – Produsen mainan asal Tiongkok dipaksa berhenti memproduksi mainan block sets. Produsen ini terbukti telah meniru mainan Lego.
Dikutip dari Shanghaiist, Sabtu 4 Mei 2019, polisi Shanghai menemukan adanya kesamaan produk mainan yang dibuat Lepin dengan Lego pada Oktober 2019. Gudang dan pabrik Lepin di Shenzhen disita.
Dua lokasi ini menghasilkan 630 ribu produk jadi senilai 200 juta yuan (Rp423,62 miliar). Dalam penyelidikannya, polisi setempat menilai produk-produk Lepin sangat mirip dengan Lego.

Empat orang ditangkap atas kasus peniruan Lego.
Di situs perusahaan mereka, Lepin menawarkan sejumlah mainan set blok berbeda yang diiklankan sebagai “ Compatible Lego”. Satu set mainan ini dijual lebih murah daripada Lego asli.
Misalnya, paket Millenium Falcon dijual seharga US$313 (Rp4,46 juta). Lebih murah daripada yang dijual Lego yang seharga US$800 (Rp11,41 juta).

Karena harganya yang supermurah, tak heran bila sebagian besar produk Lepin yang terdaftar selalu “ kehabisan stok”.
Di situs webnya, perusahaan mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya berhenti memproduksi sementara mainan blok Lepin. Mereka setop produksi sementara per 1 Mei 2019 atas permintaan pemerintah Tiongkok dan polisi Shanghai.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya