Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ajinomoto Menegaskan MSG Aman Untuk Dikonsumsi, Apalagi Dikonsumsi Wanita Hamil. (Foto: Shutterstock)
Dream – Selain generasi milenel dan anak jaman now, kamu yang biasa berselancar di media sosial pasti pernah mendengar istilah `generasi micin`. Sebutan ini biasanya dihubungkan dengan tingkah para netizen yang bikin geleng kepala.
Micin sebetulnya merujuk pada sebutan masyarakat untuk penyedap rasa. Biasanya produk penyedap rasa ini mengandung bahan Monosodium Glutamate atau tenar dikenal MSG.
Public Relation Manajer PT Ajinomoto Indonesia, M. Fachrurozy mengatakan selama ini memang masih banyak anggapan keliru dari masyarakat tentang MSG. Anggapan paling banyak beredar adalah soal MSG yang dituding tak aman untuk kesehatan.
Menurut Facrurozy, produk MSG sebetulnya aman untuk dikonsumsi. “ BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan Kementerian Kesehatan sudah menyatakan (MSG) aman dan boleh digunakan,” kata Fachrurozy, di Jakarta, Kamis 12 Juli 2018.
Dia mengatakan MSG merupakan produk yang berasal dari tetes tebu yang difermentasi. Selama ini MSG juga banyak dipakai sebagai bahan tambahan pangan.
“ Misalnya, makan mie pakai MSG biar enak,” kata Fachrurozy.
Menurut Fachrurozy, perusahaannya takkan mungkin masih bisa beroperasi selama 50 tahun jika produk buatannya dianggap berbahaya. Jika terindikasi bahaya, pemerintah dipastikan sejak lama telah melarang peredaran produknya.
Fachrurozy mengakui, masih banyak masyarakat di Tanah Air yang menilai MSG secara keliru. Salah satu buktinya adalah penelitian yang menyatakan MSG dapat memicu kanker.
Pada kenyataannya, penelitian itu dilakukan dengan menyuntikkan MSG pada otak seekor tikus. “ MSG itu bukan disuntikkan ke otak, tapi dimakan,” sanggah dia.
Ditambahkannya, ada pula keyakinan di masyarakat yang menganggap MSG dalam memicu otak menjadi tumpul. Anggapan ini berasal dari sebuah surat pembaca yang muncul di China pada tahun 1969.
" Itu tahun 69. Sebelumnya tak ada masalah," kata Fachrurozy.
Dengan kondisi yang terjadi pada masyarakat, manajemen Ajinomoto mengaku upaya sosialisasi tentang penggunaan MSG memang masih menjadi pekerjaan besar. Selama ini, perusahaan terus berusaha meluruskan pemahaman yang keliru dari masyarakat tentang keamanan MSG.
“ Dari 2008 kami (lakukan sosialisasi) bertepatan dengan 100 tahun kehadiran Ajinomoto. Kami memang fokus kesehatan MSG,” kata dia.
Tak hanya ke masyarakat, upaya menyosialisasikan keamanan MSG juga dilakukan dengan berdiskusi bersama sejumlah ahli.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam