Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Inggris menjadi negara Barat pertama yang menjual obligasi syariah. Pada penerbitan perdananya Rabu pekan ini, pemerintah Inggris mengeluarkan sukuk senilai 2,3 miliar pounds atau senilai Rp 47,3 triliun.
Pemerintah Inggris ingin meningkatkan penerbitan sukuk sebesar 200 juta pounds dalam lima tahun ini. Hal ini untuk meningkatkan posisi London sebagai pusat keuangan Islam.
Menteri Keuangan Inggris George Osborne berharap penerbitan obligasi syariah negara ini memacu penerbitan obligasi syariah perusahaan. Dengan obligasi syariah, tidak ada penawaran bunga melainkan keuntungan tetap yang berdasarkan underlying asset seperti properti.
" Hari ini penerbitan sukuk pertama Inggris. Ini sebagai bukti komitmen Inggris dalam keuangan Islam," tegasnya seperti yang dikutip dari Islam.ru, Jumat 27 Juni 2014.
Namun, beberapa analis mempertanyakan apakah Inggris benar-benar siap memulai pasar keuangan Islam.
Kepala UK Debt Management Office Robert Stheeman mengatakan ada kesulitasn menemukan aset yang cocok untuk dijadikan jaminan dalam penerbitan obligasi ini.
" Tidak mudah menemukan aset yang cukup baik untuk penerbitannya. Namun, ini merupakan langkah yang baik dan kami senang dengan hasilnya," ujarnya.
Stheeman mengakui untuk saat ini penjualan obligasi ini masih disokong keputusan politik dan bukan merupakan sumber utama pemerintah dalam membiayai anggaran.
Besarnya permintaan sukuk dengan imbal hasil yang rendah sekitar tahun 2019 merupakan kekhawatiran para analis karena investor asing yang terbiasa dengan imbal hasil yang lebih tinggi.
Namun, Kepala Keuangan Islam Global Moody, Khalid Howladar mengatakan penerbitan sukuk memang diperkirakan tidak akan bergerak cepat pada tahun ini.
" Permintaan sukuk akan melebihi pasokan, khususnya di kalangan bank syariah untuk meningkatkan kelasnya dalam kebutuhan likuiditas di Basel III," jelasnya.
Pemerintah Inggris mengatakan sukuk ini akan dibeli bank dan bank sentral Timur Tengah dan Asia yang berbasis di Inggris.
Sekitar sepertiga penerbitan ini akan dibeli bank syariah yang beroperasi di Inggris karena ingin mengambil kesempatan langka dengan membeli sukuk berdenominasi Poundsterling.
The Bank of London and the Middle East (BLME), bank Islam terbesar di Inggris mentakan puas dengan penerbitan utang syariah ini karena besarnya permintaan.
Kepala Eksekutif BLME Humphrey Percy menjelaskan bahwa sukuk ini tidak likuid karena instrumen ini merupakan instrumen investasi jangka panjang.
Namun, permintaan yang besar perlu diimbangi dengan peningkatan penerbitan sukuk dengan mata uang Poundsterling ini.
" Diharapkan tingginya permintaan dapat memacu perusahaan menerbitkan jenis utang ini karena instrumen ini layak dan kompetitif," tegasnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya