Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Tanpa sokongan pemodal asing yang memilih aksi jual, bursa saham Indonesia sanggup menguat signifikan. Sentimen penguatan bursa regional membuat pemodal lokal berani kembali membeli saham.
Tenaga Bursa Efek Indonesia (BEI) kali ini juga mendapat suntikan dari penutupan bursa saham regional di zona hijau. Indeks Hang Seng Hong Kong tercatat menguat 1,45 persen dan Nikkei Jepang 0,38 persen.
" Marketnya aneh banget sebenarnya. PDB Amerika Jelek jelek, tapi Indeks Dow Jones malah naik dan HSI sore ini tembus resisten," ujar Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya, Kamis, 26 Juli 2014.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan kali ini mencetak kenaikan 33,43 poin (0,69%) ke level 4.872,42. Menguatnya IHSG dibantu oleh naiknya harga saham dari 187 emiten.
Sentimen regional yang positif membantu membawa Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) kembali ke zona hijau. Indeks yang berisi lebih dari 300 saham syariah ini menguat 1,01 poin (0,64%) ke level 159,92.
Menghijaunya perdagangan BEI membuat 124 emiten syariah menikmati kenaikan harga saham. Dengan volume transaksi mencapai 30,35 miliar saham, perdagangan efek syariah kali ini membukukan nilai Rp 2,69 triliun.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka di zona merah juga ikut terangkat ke teritori positif. Naiknya harga saham dari 23 emiten membuat indeks JII menguat 5,05 poin (0,78%) ke level 656,68.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah memang masih bertengger di kisaran 12 ribu per dolar AS. Namun, sore ini rupiah cukup memberi energi positif setelah menguat 36 poin ke level 12.054 per dolar AS.
Berikut adalah daftar saham-saham bluechips syariah yang mencetak kenaikan harga tertinggi:
1. AALI, menguat Rp 300 ke level 29.300 per saham
2. PTBA, menguat Rp 250 ke level 10.550 per saham
3. EXCL, menguat Rp 225 ke level 5.125 per saham
4. UNTR, menguat Rp 175 ke level 23.075 per saham
5. ITMG, menguat Rp 100 ke level 27.400 per saham
(Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya