Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Hati-hati! Nasabah Bank Eropa Tengah Dihantui Aksi Pembobolan

Reporter : Ervina
Kamis, 26 Juni 2014 13:42
Hati-hati! Nasabah Bank Eropa Tengah Dihantui Aksi Pembobolan
Dalam sepekan pelaku kejahatan siber ini telah mencuri lebih dari 500.000 Euro dan merugikan sekitar 190 korban.

Dream - Ancaman aksi pembobolan rekening tabungan tengah mengintai nasabah sejumlah bank besar Eropa. Dalam sepekan saja, pelaku kejahatan siber ini telah menggondol lebih dari 500 ribu Euro atau sekitar Rp 8,24 miliar

Sejak pertama kali ditemukan pada 20 Januari 2014 para pakar dari Global Research and Analysis Team (GReAT), mendeteksi sebuah server C&C yang menggunakan program Trojan untuk mencuri uang dari rekening nasabah bank. Dua hari setelah penemuan server C&C, para pelaku menghilangkan jejak bukti dengan berhentinya kegiatan log transaksi pada server.

Para pakar sebetulnya telah menemukan perubahan infrastruktur teknis yang digunakan. Namun bukan berarti aksi pembobolan para pembajak ini telah berhenti.

Untuk mengantisipasi penyebaran kejahatan kian meluas, para pakar melakukan kampanye Luuuk yang namanya diambil dari panel yang digunakan oleh para pelaku dalam server bank.

Aksi pembobolan ini dilaporkan telah merugikan sekitar 190 korban terindentifikasi sebagian besar merupakan nasabah yang berasal dari Turki dan Italia. Jumlah uang yang dicuri dari tiap rekening terbilang diatas rata-rata yakni berkisar antara 1.700 hingga 39 ribu Euro.

Dalam kasus ini para pakar mempercayai data keuangan penting telah diintersepsi secara otomatis dan terjadi transaksi palsu setelah korban melakukan log in ke rekening bank secara online.

" Di server C&C tidak ada informasi mengenai program malware apa yang dipakai oleh para pelaku. Namun dari berbagai variasi Zeus yang ada (Citadel, SpyEye, IceIX, dan lainnya) memiliki kemampuan untuk melakukan hal itu. Kami yakin malware yang dipakai bisa jadi dari varian Zeus dengan menggunakan web canggih dan dimasukkan ke komputer para target korban," ucap Vicente Diaz, Principal Security Researcher, Kaspersky Lab melalui keterangan resmi yang diterima Dream.co.id.

Cara Membobol

Pakar menyadari ada pengaturan 'drops' (atau money-mule, orang yang mentransfer uang hasil curian) dengan melibatkan pihak yang terlibat untuk menerima sebagian uang dengan menggunakan rekening bank khusus kemudian menarik kembali uang melalui ATM.

Temuan menunjukkan bukti adanya beberapa kelompok 'drops' dimana grup pertama bertugas mentransfer dana sejumlah 40-50 ribu Euro, grup kedua mentransfer 15-20 ribu Euro dan grup ketiga yang mentransfer dana tidak lebih dari 2 ribu Euro.

Perbedaan dana pada tiap grup mengindikasikan tingkat kepercayaan terhadap masing-masing grup. Kegiatan Luuuk yang ditemukan mengindikasikan kejahatan dilakukan oleh penjahat profesional.

Beri Komentar