Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Aksi Pembobolan
Dream - Ancaman aksi pembobolan rekening tabungan tengah mengintai nasabah sejumlah bank besar Eropa. Dalam sepekan saja, pelaku kejahatan siber ini telah menggondol lebih dari 500 ribu Euro atau sekitar Rp 8,24 miliar
Sejak pertama kali ditemukan pada 20 Januari 2014 para pakar dari Global Research and Analysis Team (GReAT), mendeteksi sebuah server C&C yang menggunakan program Trojan untuk mencuri uang dari rekening nasabah bank. Dua hari setelah penemuan server C&C, para pelaku menghilangkan jejak bukti dengan berhentinya kegiatan log transaksi pada server.
Para pakar sebetulnya telah menemukan perubahan infrastruktur teknis yang digunakan. Namun bukan berarti aksi pembobolan para pembajak ini telah berhenti.
Untuk mengantisipasi penyebaran kejahatan kian meluas, para pakar melakukan kampanye Luuuk yang namanya diambil dari panel yang digunakan oleh para pelaku dalam server bank.
Aksi pembobolan ini dilaporkan telah merugikan sekitar 190 korban terindentifikasi sebagian besar merupakan nasabah yang berasal dari Turki dan Italia. Jumlah uang yang dicuri dari tiap rekening terbilang diatas rata-rata yakni berkisar antara 1.700 hingga 39 ribu Euro.
Dalam kasus ini para pakar mempercayai data keuangan penting telah diintersepsi secara otomatis dan terjadi transaksi palsu setelah korban melakukan log in ke rekening bank secara online.
" Di server C&C tidak ada informasi mengenai program malware apa yang dipakai oleh para pelaku. Namun dari berbagai variasi Zeus yang ada (Citadel, SpyEye, IceIX, dan lainnya) memiliki kemampuan untuk melakukan hal itu. Kami yakin malware yang dipakai bisa jadi dari varian Zeus dengan menggunakan web canggih dan dimasukkan ke komputer para target korban," ucap Vicente Diaz, Principal Security Researcher, Kaspersky Lab melalui keterangan resmi yang diterima Dream.co.id.
Cara Membobol
Pakar menyadari ada pengaturan 'drops' (atau money-mule, orang yang mentransfer uang hasil curian) dengan melibatkan pihak yang terlibat untuk menerima sebagian uang dengan menggunakan rekening bank khusus kemudian menarik kembali uang melalui ATM.
Temuan menunjukkan bukti adanya beberapa kelompok 'drops' dimana grup pertama bertugas mentransfer dana sejumlah 40-50 ribu Euro, grup kedua mentransfer 15-20 ribu Euro dan grup ketiga yang mentransfer dana tidak lebih dari 2 ribu Euro.
Perbedaan dana pada tiap grup mengindikasikan tingkat kepercayaan terhadap masing-masing grup. Kegiatan Luuuk yang ditemukan mengindikasikan kejahatan dilakukan oleh penjahat profesional.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya