Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Airbus Jajal Bisnis Halal Sewa Pesawat

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 26 Juni 2014 12:44
Airbus Jajal Bisnis Halal Sewa Pesawat
Menggandeng IDB, Airbus akan menginvestasikan dana US$ 100 juta untuk bisnis penyewaan pesawat secara syariah.

Dream - Produsen pesawat terbang asal Eropa, Airbus, akan menginvestasikan dana sebesar US$ 100 juta untuk bisnis penyewaan pesawat secara syariah di tengah meningkatnya permintaan operator penerbangan di Timur Tengah.

Airbus dan Islamic Development Bank (IDB) di Jeddah masing-masing akan memberikan modal 10 persen dari modal awal sebesar U$ 1 miliar. Demikian disampaikan Quantum Investment Bank (QIB) di Dubai.

Airbus Leasing Islamic Fund yang diprediksi bisa meningkatkan modal dan utang sebesar U$ 5 miliar selama lebih dari dua tahun, akan dikelola oleh International AirFinance.

Perusahaan ini akan fokus pada pesawat-pesawat lorong tunggal populer seperti A320 dan A330 serta pesawat berbadan lebar seperti A350.

" Kami ingin sesuatu yang lebih likuid daripada real estat dan merasa bahwa transportasi akan menjadi aset yang ideal," kata CEO QIB, Idriss Ghodbane seperti dikutip Dream dari laman thenational.ae, Kamis, 26 Juni 2014..

Ghodbane menjelaskan, tren bisnis perusahaan penerbangan saat ini lebih banyak menyewa pesawat daripada membelinya.

Melihat tren tersebut, Airbus Leasing Islamic Fund akan menyasar operator dari negara-negara Islam, terutama di Teluk dan Asia Tenggara, dengan menawarkan pesawat baru dan bekas. Menurut Ghodbane, beberapa transaksi dengan maskapai bahkan telah ditandatangani. (Ism)

Beri Komentar