Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Adopsi Telepon Seluler (Ponsel) pintar di seluruh dunia terus mengalami peningkatan. Meski kerap diproduksi di negara-negara mayoritas non muslim, adopsi Ponsel pintar di negera-negara muslim juga kian tumbuh.
Di Arab Saudi, sekitar 67 persen pengadopsi Ponsel pintar berusia minimal 16 tahun. Studi terbaru Nielsen seperti dikutip laman Saudigazette, menunjukkan pengadopsi Ponsel pintar berusia kurang dari 15 tahun bahkan mencapai 73 persen.
" Secara global, anak muda identik sebagai pengadopsi awal dan trendsetter yang melek teknologi. Dukungan dari anak muda menjadi indikator kuat dari prospek masa depan," ungkap Aditya Gokhale, Eksekutif Director Telecom.
Publik Saudi selama ini hanya berpegang pada dua hal sebagai pertimbangannya sebelum membeli Ponsel. Faktor kemudahaan penggunaan dan ukuran layar menjadi alasan utama ponsel berbasis Android laris manis dibandingkan ponsel pintar dengan sistem operasi lain.
Menariknya faktor harga tidak dianggap sebagai pertimbangan serius saat membeli Ponsel pintar merek terbaru. Hal ini berarti konsumen bersedia merogoh kocek dalam jika Ponsel tersebut sesuai dengan keinginan dan rekomendasi dari orang terdekat.
Dari sejumlah produsen Ponsel dunia, Samsung menguasai 44 persen pasar ponsel pintar Arab Saudi. Apple dengan produk iPhone membuntuti Samsung dengan angka adopsi sebesar 23 persen. Sementara BlackBerry dan Nokia masing-masing hanya dipakai oleh sekitar 19 persen dan 11 persen pemilik ponsel.
Tahun ini angka adopsi Ponsel Nokia menurun drastis dari tahun sebelumnya menguasai pasar hingga mencapai 38 persen. Meski jumlah adopsi Ponsel pintar terus meningkat, karakter dan dinamika pengguna masih belum mengalami perubahan secara signifikan.
Hingga saat ini hanya 10 persen pengguna Ponsel pintar yang memaksimalkan Ponsel untuk melakukan transaksi pembelian dan pembayaran online. Selebihnya masih banyak pengguna yang hanya menggunakan perangkat mereka untuk berkirim pesan singkat dan melakukan panggilan telepon.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya