Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pergerakan IHSG (http://www.merdeka.com)
Dream - Sentimen negatif bursa regional sempat membawa indeks saham nasional masuk zona merah. Beruntung pasar kembali menguat sembari menunggu sinyal pelanjutan sentimen Pilpres 2014.
Pada pembukaan perdagangan saham Rabu, 25 Juni 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 2,35 poin (0,05%) ke level 4.859,88.
Hingga perdagangan pukul 9.08 WIB, indeks sudah kembali ke zona hijau dan sempat menyentuh level tertinggi 4.869,49.
Di awal perdagangan ini, pemodal asing masih mencoba melakukan aksi beli saham dengan nett buy tipis Rp 3,5 miliar.
Angin negatif dari kawasan regional juga mendorong Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ke zona merah. ISSI dibuka melemah ke level 159,57 akibat koreksi harga pada 29 emiten.
Di awal perdagangan ini, ISSI mencetak transaksi perdagangan sebanyak 2,4 miliar saham dengan nilai Rp 220,8 miliar. Untuk saat ini, indeks ISSI bertahan di zona hijau di level 159,8.
Nasib kurang beruntung justru dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Dibuka melemah di level 654,44, indeks JII sempat masuk ke level hijau namun kembali terpuruk ke zona negatif.
Indeks JII menyentuh level terendah 654,11 dan tertinggi 655,47. Sebanyak 13 emiten keping biru syariah bergerak di zona hijau sementara 11 lainnya terpuruk melemah.
" Koreksi 119,13 poin (-0,70 persen) yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial semalam, kembali memberikan sentimen negatif, setelah kenaikan harga minyak dan munculnya peluang bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga lebih cepat," ungkap Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya.
Satrio mengatakan, koreksi indeks Dow Jones diperkirakan bakal memunculkan reaksi negatif pada awal perdagangan di BEI. Namun hingga penutupan nanti, pelaku pasar setidaknya masih harus melihat apakah sentimen dari Pilpres yang kemarin sudah mulai muncul, masih bisa menunjukkan pengaruhnya pada pergerakan IHSG hari ini.
" IHSG hari ini diperkirakan bakal bergerak bervariasi pada kisaran 4840 - 4870. Penembusan dari suport atau resisten tersebut akan menentukan arah dari trend jangka pendek IHSG," katanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya