Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia mengalami rebound pada pembukaan perdagangan Selasa, 24 Juni 2014. Penguatan ini terjadi setelah bursa regional kembali mencetak kenaikan.
Pada pembukaan perdagangan transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI) kali ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 5,29 poin (0,11%) ke level 4.847,43. Di sesi pembukaan, IHSG menguat lebih tinggi sebesar 10,05 poin.
Volume perdagangan di awal sesi ini mencapai 137,89 juta saham senilai Rp 165,69 miliar. Pemodal asing masih melakukan aksi jual saham dengan membukukan nett sell Rp 429,46 juta.
Menguatnya IHSG menjalar pada indeks saham lainnya. Dibuka di zona hijau, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) hingga perdagangan pukul 9,18 WIB bertahan di level 159,3. ISSI di pagi ini tercatat melemah dari sesi pembukannya.
Sebanyak 46 emiten syariah mendorong ISSI mencetak rebound setelah empat hari terakhir bergerak melemah. Sebanyak 1,81 jutta saham telah beralih tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp 220,95 juta.
Penguatan juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Sebanyak 14 emiten keping biru syariah saat ini telah membawa indeks JII bertengger di level 654,25.
Meski dibuka menguat, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo memperkirakan sentimen positif dari bursa di kawasan Asia ini masih sulit untuk bisa membalikkan trend turun jangka pendek yang saat ini tengah terjadi pada IHSG.
Dengan kondisi rupiah yang masih berputar disekitar level psikologis 12.000, IHSG diperkirakan masih bakal bergerak turun pada kisaran 4800 - 4875.
" Hanya penutupan diatas 4875 yang akan mengakhiri trend turun jangka pendek dari IHSG," katanya.
IHSG saat ini berada dalam trend turun dengan potensi teknikal menuju kisaran 4750 - 4800. Kondisi ini membuat pelaku pasar sebaiknya menunggu IHSG untuk masuk kisaran suport tersebut untuk kembali melakukan akumulasi. Atau, hanya melakukan posisi spekulatif jika IHSG berhasil ditutup diatas resisten 4875.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya