Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Rebound Terbawa Energi Positif Asia

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 24 Juni 2014 09:33
Indeks Syariah Rebound Terbawa Energi Positif Asia
Bursa saham Indonesia mengalami rebound setelah muncul sentimen positif dari kawasan Asia. Sanggupkan kenaikan ini bertahan hingga penutupan?

Dream - Bursa saham Indonesia mengalami rebound pada pembukaan perdagangan Selasa, 24 Juni 2014. Penguatan ini terjadi setelah bursa regional kembali mencetak kenaikan.

Pada pembukaan perdagangan transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI) kali ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 5,29 poin (0,11%) ke level 4.847,43. Di sesi pembukaan, IHSG menguat lebih tinggi sebesar 10,05 poin.

Volume perdagangan di awal sesi ini mencapai 137,89 juta saham senilai Rp 165,69 miliar. Pemodal asing masih melakukan aksi jual saham dengan membukukan nett sell Rp 429,46 juta.

Menguatnya IHSG menjalar pada indeks saham lainnya. Dibuka di zona hijau, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) hingga perdagangan pukul 9,18 WIB bertahan di level 159,3. ISSI di pagi ini tercatat melemah dari sesi pembukannya.

Sebanyak 46 emiten syariah mendorong ISSI mencetak rebound setelah empat hari terakhir bergerak melemah. Sebanyak 1,81 jutta saham telah beralih tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp 220,95 juta.

Penguatan juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Sebanyak 14 emiten keping biru syariah saat ini telah membawa indeks JII bertengger di level 654,25.

Meski dibuka menguat, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo memperkirakan sentimen positif dari bursa di kawasan Asia ini masih sulit untuk bisa membalikkan trend turun jangka pendek yang saat ini tengah terjadi pada IHSG.

Dengan kondisi rupiah yang masih berputar disekitar level psikologis 12.000, IHSG diperkirakan masih bakal bergerak turun pada kisaran 4800 - 4875.

" Hanya penutupan diatas 4875 yang akan mengakhiri trend turun jangka pendek dari IHSG," katanya.

IHSG saat ini berada dalam trend turun dengan potensi teknikal menuju kisaran 4750 - 4800. Kondisi ini membuat pelaku pasar sebaiknya menunggu IHSG untuk masuk kisaran suport tersebut untuk kembali melakukan akumulasi. Atau, hanya melakukan posisi spekulatif jika IHSG berhasil ditutup diatas resisten 4875.

Beri Komentar