Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Akhirnya Keluar dari Zona Negatif

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 24 Juni 2014 16:27
Indeks Syariah Akhirnya Keluar dari Zona Negatif
Setelah empat hari perdagangan indeks syariah dilanda pelemahan, indeks syariah akhirnya menembus zona hijau.

Dream - Indeks bursa saham Indonesia sanggup mempertahankan laju positifnya hingga sesi penutupan perdagangan. Kenaikan ini terjadi di tengah minimnya aksi beli asing dan sepinya sentimen luar negeri.

Pergerakan positif ini untuk sementara menutup tren koreksi yang melanda Bursa Efek Indonesia (BEI) selama empat hari perdagangan.

Pada penutupan perdagangan BEI, Selasa, 24 Juni 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 20,11 poin (0,42%) ke level 4.862,24. Penguatan ini ditopang naiknya harga saham dari 173 emiten.

Mencetak posisi IHSG terkuat di level 4.869,01, pasar modal Indonesia hari ini dipenuhi aksi jual beli saham dengan melibatkan 40,98 miliar. Nilai transaksi perdagangan tercetak sebesar Rp 4,01 triliun.

Pemodal asing kali ini melakukan aksi beli memanfaatkan pergerakan bursa saham regional yang menguat. Asing mencetak nett buy sekitar Rp 128,47 miliar.

Menguatnya IHSG membawa angin segara bagi dua indeks saham acuan syariah di pasar modal Indonesia. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) kali ini dibuka menguat 0,55 poin (0,35%) ke level 159,6. ISSI sempat mencetak level tertinggi 160,01.

Penguatan ISSI ditopang oleh kenaikan harga saham dari 106 emiten. Namun koreksi 84 efek syariah menahan penguatan ISSI yang lebih besar. Nilai transaksi perdagangan saham syariah mencetak angka Rp 2,76 triliun.

Di barisan saham-saham keping biru syariah, indeks Jakarta Islamic Index (JII) menguat 1,2 poin (0,18%) ke level 654,64. Sebanyak 15 emiten bluechips syariah bertahan di zona hijau dan 9 lainnya masih tertinggal di teritori negatif.

Bertenggernya IHSG di zona hijau tampaknya mengekor pergerakan bursa saham regional yang juga ditutup menguat. Indeks Nikkei dan Hang Seng masing-masing menguat tipis 6,9 poin dan 75,8 poin.

Sementara itu, kurs rupiah yang selama ini membawa kekhawatiran pelaku pasar, mulai bergerak sedikit lunak. Kurs rupiah terhadap dolar AS menguat tipis 3 poin ke level 11.989 per dolar AS.

Saham emiten perkebunan, AALI, mencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer) sebesar Rp 1.000 per saham ke level 28.400 per saham. Top gainer lainnya dihuni oleh ITMG yang menguat Rp 500, UNTR Rp 275, SILO Rp 150, dan AKRA Rp 65 per saham. (Ism)

Beri Komentar