Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indonesia Andil Bawa Ekonomi Islami Mendunia

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 25 Juni 2014 14:14
Indonesia Andil Bawa Ekonomi Islami Mendunia
Krisis keuangan dunia pada 2009 telah membuka mata dunia terhadap sistem keuangan Islami.

Dream - Keuangan islami perlahan-lahan mulai diterima dalam sistem perekonomian dunia. Krisis keuangan global pada 2009 telah membuka jalan bagi sistem syariah untuk menembus dunia barat.

" Saya pikir peluang pertumbuhan kuangan Islami kini semakin luas," ujar CEO dan General Manager Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD), Khaled Al-Aboodi seperti dikutip Dream dari laman Zawya, Rabu, 25 Juni 2014.

Menurut Khaled, sejak krisis keuangan global pada 2009, dirinya melihat keuangan Islami semakin bisa diterima. " Tidak hanya di dunia Islam, tetapi juga di barat," katanya.

Sistem keuangan Islam dinilai mampu menahan guncangan ekonomi eksternal, kemampuannya untuk mempengaruhi ekonomi riil dan, menonjolkan sistem bisnis yang penuh dimensi etika dan sosial.

Keuangan Islam juga diakui sebagai sistem keuangan alternatif yang komprehensif yang dapat mempromosikan dan mendukung pertumbuhan inklusif dan adil dimana standar hidup segmen penduduk miskin dapat terangkat.

Dari catatan ICD yang merupakan anak usaha dari Islamic Development Bank Group, industri keuangan Islam global telah mencatat tingkat pertumbuhan dua digit selama beberapa tahun terakhir. Diperkirakan laju pertumbuhan ini akan tetap berada pada lintasannya dengan total aset melampaui US$ 2 triliun pada akhir tahun ini.

Pertumbuhan terjadi karena meningkatnya minat dan kesadaran keuangan Islam, belanja pemerintah yang agresif pada infrastruktur, dan peran aktif pemerintah, lembaga regulator dan badan-badan multilateral lainnya.

" Lebih khusus lagi, kemajuan pasar perbankan syariah di wilayah Teluk (Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar) dan Asia (Malaysia dan Indonesia)," katanya.

Tanda-tanda diterimanya sistem keuangan Islami juga ditunjukan dengan adanya minat dari London, Luxemburg dan Dubai untuk menjadi pusat keuangan Islam global. Ambisi ini akan lebih mempercepat pertumbuhan dan internalisasi perbankan dan keuangan Islam.

" Kita telah melihat tanda-tanda yang sangat menggembirakan dalam bidang hukum di mana pembuat kebijakan memberikan dukungan yang lebih besar untuk menciptakan hukum dan peraturan lingkungan yang kondusif untuk mempromosikan keuangan Islam dan juga memastikan stabilitas keuangan Islam," terang Al-Aboodi. (Ism)

Beri Komentar