Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bank Syariah Al Hilal Bank
Dream - Keuangan islami perlahan-lahan mulai diterima dalam sistem perekonomian dunia. Krisis keuangan global pada 2009 telah membuka jalan bagi sistem syariah untuk menembus dunia barat.
" Saya pikir peluang pertumbuhan kuangan Islami kini semakin luas," ujar CEO dan General Manager Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD), Khaled Al-Aboodi seperti dikutip Dream dari laman Zawya, Rabu, 25 Juni 2014.
Menurut Khaled, sejak krisis keuangan global pada 2009, dirinya melihat keuangan Islami semakin bisa diterima. " Tidak hanya di dunia Islam, tetapi juga di barat," katanya.
Sistem keuangan Islam dinilai mampu menahan guncangan ekonomi eksternal, kemampuannya untuk mempengaruhi ekonomi riil dan, menonjolkan sistem bisnis yang penuh dimensi etika dan sosial.
Keuangan Islam juga diakui sebagai sistem keuangan alternatif yang komprehensif yang dapat mempromosikan dan mendukung pertumbuhan inklusif dan adil dimana standar hidup segmen penduduk miskin dapat terangkat.
Dari catatan ICD yang merupakan anak usaha dari Islamic Development Bank Group, industri keuangan Islam global telah mencatat tingkat pertumbuhan dua digit selama beberapa tahun terakhir. Diperkirakan laju pertumbuhan ini akan tetap berada pada lintasannya dengan total aset melampaui US$ 2 triliun pada akhir tahun ini.
Pertumbuhan terjadi karena meningkatnya minat dan kesadaran keuangan Islam, belanja pemerintah yang agresif pada infrastruktur, dan peran aktif pemerintah, lembaga regulator dan badan-badan multilateral lainnya.
" Lebih khusus lagi, kemajuan pasar perbankan syariah di wilayah Teluk (Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar) dan Asia (Malaysia dan Indonesia)," katanya.
Tanda-tanda diterimanya sistem keuangan Islami juga ditunjukan dengan adanya minat dari London, Luxemburg dan Dubai untuk menjadi pusat keuangan Islam global. Ambisi ini akan lebih mempercepat pertumbuhan dan internalisasi perbankan dan keuangan Islam.
" Kita telah melihat tanda-tanda yang sangat menggembirakan dalam bidang hukum di mana pembuat kebijakan memberikan dukungan yang lebih besar untuk menciptakan hukum dan peraturan lingkungan yang kondusif untuk mempromosikan keuangan Islam dan juga memastikan stabilitas keuangan Islam," terang Al-Aboodi. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya