Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Dipaksa Balik Zona Merah

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 25 Juni 2014 16:30
Indeks Syariah Dipaksa Balik Zona Merah
Pemodal asing yang mencetak aksi beli di awal perdagangan, justru memilih melepas saham jelang penutupan.

Dream - Indeks bursa saham nasional tak sanggup mempertahankan laju positif yang diraih pada sesi awal pembukaan perdagangan. Pasar yang kemarin mencium zona hijau, kini justru kembali menunggu sinyal positif untuk bisa menguat.

Sentimen pemangkas kenaikan indeks kali ini juga datang dari aksi jual saham oleh pemodal asing. Mencetak nett buy di awal perdagangan, investor asing justru melepas saham di sesi penutupan dengan nett sell senilai Rp 185,64 miliar.

Penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 25 Juli 2014 meninggalkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di zona merah dengan melemah 23,25 poin (0,48%) ke level 4.838,98.

IHSG sebelumnya sempat menyentuh level tertingginya di 4,875,02. Sebanyak 194 emiten bergerak di zona merah.

Aksi jual serta minimnya sentimen positif juga memaksa Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) kembali ke zona merah. ISSI ditutup melemah 0,69 poin (0,43%) ke level 158,91.

Kali ini 119 emiten syariah mencetak koreksi harga saham sementara 56 lainnya masih bisa menangguk untung.

Frekuensi perdagangan sebanyak 159.605 kali membuat 28,19 miliar saham syariah beralihtangan. Nilai transaksi mencapai Rp 2.48 triliun.

Di jajaran saham top syariah, indeks Jakarta Islamic Index (JII) juga tak kuasa menahan aksi jual saham. Indeks JII tersungkur 3,01 poin (0,46%) ke level 651,62. Sebanyak 18 emiten bluechips syariah bertengger di zona hijau.

" Sentimen positif dari Pilpres memang masih belum muncul. Pasar masih dipenuhi oleh sentimen Piala Dunia yang membuat perdagangan menjadi sepi," ujar Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo.

Harga saham-saham yang kemarin sempat menembus resisten seperti saham sektor konstruksi dan properti, kini justri banyak yang balik kandang, kembali dibawh suport levelnya.

" Marketnya masih belum kondusif ini sepertinya, masih menunggu sentimen yang baru," katanya.

Beri Komentar