Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi
Dream - Indeks bursa saham nasional tak sanggup mempertahankan laju positif yang diraih pada sesi awal pembukaan perdagangan. Pasar yang kemarin mencium zona hijau, kini justru kembali menunggu sinyal positif untuk bisa menguat.
Sentimen pemangkas kenaikan indeks kali ini juga datang dari aksi jual saham oleh pemodal asing. Mencetak nett buy di awal perdagangan, investor asing justru melepas saham di sesi penutupan dengan nett sell senilai Rp 185,64 miliar.
Penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 25 Juli 2014 meninggalkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di zona merah dengan melemah 23,25 poin (0,48%) ke level 4.838,98.
IHSG sebelumnya sempat menyentuh level tertingginya di 4,875,02. Sebanyak 194 emiten bergerak di zona merah.
Aksi jual serta minimnya sentimen positif juga memaksa Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) kembali ke zona merah. ISSI ditutup melemah 0,69 poin (0,43%) ke level 158,91.
Kali ini 119 emiten syariah mencetak koreksi harga saham sementara 56 lainnya masih bisa menangguk untung.
Frekuensi perdagangan sebanyak 159.605 kali membuat 28,19 miliar saham syariah beralihtangan. Nilai transaksi mencapai Rp 2.48 triliun.
Di jajaran saham top syariah, indeks Jakarta Islamic Index (JII) juga tak kuasa menahan aksi jual saham. Indeks JII tersungkur 3,01 poin (0,46%) ke level 651,62. Sebanyak 18 emiten bluechips syariah bertengger di zona hijau.
" Sentimen positif dari Pilpres memang masih belum muncul. Pasar masih dipenuhi oleh sentimen Piala Dunia yang membuat perdagangan menjadi sepi," ujar Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo.
Harga saham-saham yang kemarin sempat menembus resisten seperti saham sektor konstruksi dan properti, kini justri banyak yang balik kandang, kembali dibawh suport levelnya.
" Marketnya masih belum kondusif ini sepertinya, masih menunggu sentimen yang baru," katanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?