Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lantai Perdagangan BEI, Jakarta
Dream - Bursa saham Indonesia kembali membuka perdagangan di zona positif setelah kemarin tak sanggup mempertahankan laju penguatan. Kenaikan ini seiring dengan laju bursa saham regional dan global yang juga menguat.
Pada sesi Pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 26 Juni 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 8 poin (0,17%) ke level 4.846,98.
Hingga 15 menit pertama perdagangan, IHSG masih bergerak di zona hijau meski asing membukukan nett sell tipis.
Kembalinya IHSG ke zona hijau sayangnya tak diikuti dua indeks acuan saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka melemah ke level 158,9. Namun penguatan harga saham dari 67 emiten syariah membuat ISSI bisa ikut menembus zona hijau.
Hingga perdagangan pukul 9.18 WIB, indeks ISSI bertengger di level 159,37. Nilai transaksi perdagangan di sesi pagi ini tercatat Rp 550,91 miliar.
Hal yang sama dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka melemah 0,03 poin ke level 651,59.
Dari kawasan Asia, Seluruh indeks saham utama pagi ini dibuka menguat. Indeks Hang Seng tercatat menguat 203,1 poin sementara Nikkei Jepang naik 49,5 poin.
Namun pelaku pasar tampaknya masih harus mewaspadai pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pagi ini rupiah memang dibuka menguat 15 poin, namun masih bertengger di level 12.075 per dolar AS.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya berharap rebound 49,38 poin (0,29 poin) yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial bisa memperbaiki sentimen perdagangan di lantai BEI.
Hingga perdagangan kemarin, bursa saham Indonesia memang masih terimbas oleh sentimen negatif menjelang pengumuman angka neraca perdagangan pada minggu depan.
" Sejauh ini, sentimen positif dari Pemilihan Presiden belum juga muncul sehingga pelaku pasar juga masih cenderung wait and see," katanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya