Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Uang Hasil Cetakan Perum Peruri (www.peruri.co.id)
Dream - Menyambut Puasa dan Lebaran tahun ini, Bank Indonesia (BI) memperkirakan kebutuhan uang tunai masyarakat bakal mencapai Rp 118,5 triliun.
Besarnya kebutuhan dana tunai masyarakat kali ini ikut dipicu pembayaran gaji ke-13 bagi pegawai Negeri Sipil/TNI/Polri yang dijadwalkan cair bulan depan.
Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Lambok A Siahaan mengatakan kebutuhan dana tunai ini meningkat 14,9 persen dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 103,2 triliun.
" Kami memproyeksikan outflow batas atas-batas bawah (Rp 115,6 triliun sampai Rp 121,5 triliun atau naik 12 persen - 17,8 persen)," ujar Lambok di Gedung BI, Jakarta, Kamis, 26 Juni 2014 seperti dikutip Merdeka.com.
Menurut Lambok, kebutuhan uang tunai pada Puasa kali ini juga berbarengan dengan liburan anak sekolah. Ditambah lagi, libur lebaran tahun ini lebih lama satu hari dibandingkan tahun sebelumnya.
Posisi uang kartal yang diedarkan (UYD) pada periode Lebaran mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 14,9 persen.
Uang yang keluar per kelompok pecahan terdiri dari uang pecahan besar Rp 20.000 ke atas yang diproyeksikan mencapai Rp 108,8 triliun atau naik 14 persen dari realisasi periode sama tahun lalu senilai Rp 95,5 triliun.
Sementara uang pecahan kecil, dibawah Rp 10.000, diproyeksikan sebesar Rp 9,6 triliun atau naik 25,6 persen dari realisasi periode sama tahun lalu senilai Rp 7,7 triliun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya