Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Dream - Kabar gembira bagi Anda yang sedang mencari rumah impian. Bank Indonesia (BI) akhirnya memutuskan menurunkan batas minimal uang muka kredit pemilikan rumah (KPR).
Mengutip laman Bank Indonesia, Jumat, 17 Juni 2016, kebijakan makroprudensial baru BI melonggarkan ketentuan Loan to Value Ratio (LTV) dan Financing to Value Ratio (FTV) kredit pembiayaan rumah untuk rumah tapak, rumah susun, dan ruko.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, ketentuan baru ini akan berlaku terhitung mulai Agustus 2016.
Dalam aturan terbarunya, BI menaikan fasilitas kredit properti dan pembiayaan properti untuk rumah tapak pertama tipe lebih dari 70 meter persegi dari sebelumnya 80 persen menjadi 85 persen.
Dengan ketentuan ini, calon nasabah yang akan mengajukan pinjaman atau pembiayaan properti hanya cukup menyediakan uang muka sebesar 15 persen, dari sebelumnya 20 persen.
Ketentuan uang muka fasilitas kredit untuk rumah kedua juga berubah dari 30 persen menjadi 20 persen. Sementara rumah ketiga diturunkan menjadi 25 persen dari sebelumnya 40 persen.

Bahkan BI memberikan fasilitas lebih menarik jika calon nasabah mengajukan pembiayaan properti syariah dengan akad musyarakah mutanaqisah (MMQ) dan ijarah muntahiya bittamlik (IMBT).
Nasabah yang ingin mengajukan dengan pembiayaan syariah ini, cukup membayar uang muka 10 persen untuk rumah tapak pertama berukuran diatas 70 meter persegi.

Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi