Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Antrean Panjang Kendaraan di SPBU, Kemana Larinya Premium?

Reporter : Syahid Latif
Senin, 25 Agustus 2014 15:49
Antrean Panjang Kendaraan di SPBU, Kemana Larinya Premium?
Antrean sepeda motor terlihat di sejumlah SPBU di wilayah Bekasi dan Jakarta. Bahkan sebuah SPBU di Otista terpaksa tutup operasi tadi pagi.

Dream - Pemilik kendaraan roda dua yang berniat mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium harus ekstra sabar. Sejak akhir pekan lalu, PT Pertamina mengaku mengatur distribusi BBM bersubsidi agar mencukupi hingga akhir tahun.

Alhasil, antrean panjang sepeda motor dan kendaraan roda dua mulai terlihat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Mengutip laporan Merdeka.com, antrean pembeli premium terlihat di sejumlah SPBU di Cirebon, Nanggroe Aceh Darussalam, Aceh.

Ahmad Latif, seorang pekerja di kawasan Jakarta Timur mengaku terpaksa menunda mengisi BBM karena tak menemukan SPBU yang kosong. Bahkan salah satu SPBU yang dihampirinya mengaku kehabisan pasokan.

Bertempat tinggal di wilayah Bekasi, Latif mengaku biasa mengisi BBM jenis premium di dua SPBU yang dilalui. Sayang, kedua SPBU itu kehabisan stok premium.

" Saya tadinya mau mengisi bensin di SPBU Otista (Otto Iskandarniata), namun SPBU-nya sudah kehabisan stok," ujarnya, kepada Dream, Senin, 25 Agustus 2014.

PT Pertamina dalam keterangan tertulisnya mengakui mulai mengatur penyaluran BBM bersubsidi agar kuota solar dan premium bisa mencukupi hingga akhir tahun.

Sesuai APBN-P 2014, kuota BBM bersubsidi dikurangi dari sebelumnya 48 juta kiloliter (KL) menjadi 46 juta KL. Sesuai dengan amanat tersebut, Pertamina harus melakukan pengaturan kuota per harinya untuk memastikan BBM bersubsidi cukup hingga akhir tahun 2014.

" APBN-P 2014 telah menggariskan kuota BBM bersubsidi tidak boleh melampaui kuota yang telah ditetapkan," kata Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.

Dengan kondisi tersebut, Pertamina mengaku hanya memiliki dua pilihan yaitu menyalurkan BBM bersubsidi secara normal dengan konsekuensi kuota BBM bersubsidi habis sebelum akhir tahun. Artinya, masyarakat harus membeli BBM non subsidi usai kuota habis.

Dari perhitungan Pertamina, jika langkah pertama ini dilakukan, kuota BBM bersubsidi diperkirakan habis pada pertengahan November untuk Solar dan pertengahan Desember untuk Premium.

" Sementara pilihan lainnya adalah mengatur volume penyaluran setiap harinya sehingga kuota BBM bersubsidi bisa cukup hingga akhir tahun," ungkap Ali.

Beri Komentar