Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi BBM (http://www.clicktop10.com)
Dream - Pemilik kendaraan roda dua yang berniat mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium harus ekstra sabar. Sejak akhir pekan lalu, PT Pertamina mengaku mengatur distribusi BBM bersubsidi agar mencukupi hingga akhir tahun.
Alhasil, antrean panjang sepeda motor dan kendaraan roda dua mulai terlihat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Mengutip laporan Merdeka.com, antrean pembeli premium terlihat di sejumlah SPBU di Cirebon, Nanggroe Aceh Darussalam, Aceh.
Ahmad Latif, seorang pekerja di kawasan Jakarta Timur mengaku terpaksa menunda mengisi BBM karena tak menemukan SPBU yang kosong. Bahkan salah satu SPBU yang dihampirinya mengaku kehabisan pasokan.
Bertempat tinggal di wilayah Bekasi, Latif mengaku biasa mengisi BBM jenis premium di dua SPBU yang dilalui. Sayang, kedua SPBU itu kehabisan stok premium.
" Saya tadinya mau mengisi bensin di SPBU Otista (Otto Iskandarniata), namun SPBU-nya sudah kehabisan stok," ujarnya, kepada Dream, Senin, 25 Agustus 2014.
PT Pertamina dalam keterangan tertulisnya mengakui mulai mengatur penyaluran BBM bersubsidi agar kuota solar dan premium bisa mencukupi hingga akhir tahun.
Sesuai APBN-P 2014, kuota BBM bersubsidi dikurangi dari sebelumnya 48 juta kiloliter (KL) menjadi 46 juta KL. Sesuai dengan amanat tersebut, Pertamina harus melakukan pengaturan kuota per harinya untuk memastikan BBM bersubsidi cukup hingga akhir tahun 2014.
" APBN-P 2014 telah menggariskan kuota BBM bersubsidi tidak boleh melampaui kuota yang telah ditetapkan," kata Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
Dengan kondisi tersebut, Pertamina mengaku hanya memiliki dua pilihan yaitu menyalurkan BBM bersubsidi secara normal dengan konsekuensi kuota BBM bersubsidi habis sebelum akhir tahun. Artinya, masyarakat harus membeli BBM non subsidi usai kuota habis.
Dari perhitungan Pertamina, jika langkah pertama ini dilakukan, kuota BBM bersubsidi diperkirakan habis pada pertengahan November untuk Solar dan pertengahan Desember untuk Premium.
" Sementara pilihan lainnya adalah mengatur volume penyaluran setiap harinya sehingga kuota BBM bersubsidi bisa cukup hingga akhir tahun," ungkap Ali.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya