Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Kurang Bertenaga di Awal Pekan

Reporter : Syahid Latif
Senin, 25 Agustus 2014 10:01
Indeks Syariah Kurang Bertenaga di Awal Pekan
Pemodal asing masih melakukan aksi beli saham kendati dengan nilai yang mulai menipis.

Dream - Mengawali perdagangan di pekan terakhir Agustus, bursa saham Indonesia masih melanjutkan pelemahan yang terjadi akhir pekan lalu. Pemodal mencermati sentimen lokal yang mulai muncul usai munculnya kepastian hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

Pada pra-pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 25 Agustus 2014, Indeks Harga Saham Gabungan melemah 4,4 poin (0,09%) ke level 5.194,47.

Beruntung memulai sesi pembukaan, IHSG kembali bergerak menguat tipis 0,23 poin (0,01%) ke level 5.199,13. Sayang, penguatan ini hanya berlangsung sesaat karena IHSG kembali melorot ke zona merah.

Di awal sesi ini, pemodal asing kembali melakukan aksi beli meski dengan nilai yang sudah menipis. Asing mencetak nett buy sekitar Rp 7 miliar.

Laju negatif juga dialami Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang pagi ini dibuka melemah ke level 170,63. Meski sempat menyentuh zona hijau, indeks ISSI kembali tertekan dan masuk teritori negatif.

Hingga perdagangan pukul 09.51, indeks ISSI telah melemah 0,57 poin (0,33%) ke level 170,29. Sebanyak 93 emiten syariah berkutat di zona merah sementara 61 lainnya menguat.

Nilai traksaksi perdagangan saham syariah pagi ini mencapai Rp 579,05 miliar dengan 9,09 miliar saham beralih tangan.

Saham-saham bluechis syariah juga tak mampu berbuat banyak di tengah minimnya sentime perdagangan saham. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) dibuka melemah ke level 703,23.

Saat ini, indeks JII telah terkoreksi 1,87 poin (0,26%) ke level 702,33. Sebanyak 23 emiten bluechips syariah terpuruk di zona merah.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya mengatakan kondisi dari bursa regional yang kondusif diperkirakan bakal membuat IHSG bergerak bervariasi pada kisaran 5185 - 5251. Hanya penutupan dibawah 5185 yang akan mengakhiri trend naik IHSG.

" Pasca pengumuman hasil sengketa pilpres Mahkamah Konstruksi, pergerakan IHSG memang masih terlihat kurang bertenaga. Pemodal terlihat masih berhati-hati dalam mensikapi berita-berita yang ada, terutama terkait dengan berita kenaikan harga BBM Subsidi," ujarnya.

Menurut Satrio, pelaku pasar sepertinya harus bersabar menunggu sentimen pasar yang baru, dan hanya exit posisi trading jika IHSG ditutup dibawah suport dari trend naiknya.

Beri Komentar