Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Mengawali perdagangan di pekan terakhir Agustus, bursa saham Indonesia masih melanjutkan pelemahan yang terjadi akhir pekan lalu. Pemodal mencermati sentimen lokal yang mulai muncul usai munculnya kepastian hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.
Pada pra-pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 25 Agustus 2014, Indeks Harga Saham Gabungan melemah 4,4 poin (0,09%) ke level 5.194,47.
Beruntung memulai sesi pembukaan, IHSG kembali bergerak menguat tipis 0,23 poin (0,01%) ke level 5.199,13. Sayang, penguatan ini hanya berlangsung sesaat karena IHSG kembali melorot ke zona merah.
Di awal sesi ini, pemodal asing kembali melakukan aksi beli meski dengan nilai yang sudah menipis. Asing mencetak nett buy sekitar Rp 7 miliar.
Laju negatif juga dialami Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang pagi ini dibuka melemah ke level 170,63. Meski sempat menyentuh zona hijau, indeks ISSI kembali tertekan dan masuk teritori negatif.
Hingga perdagangan pukul 09.51, indeks ISSI telah melemah 0,57 poin (0,33%) ke level 170,29. Sebanyak 93 emiten syariah berkutat di zona merah sementara 61 lainnya menguat.
Nilai traksaksi perdagangan saham syariah pagi ini mencapai Rp 579,05 miliar dengan 9,09 miliar saham beralih tangan.
Saham-saham bluechis syariah juga tak mampu berbuat banyak di tengah minimnya sentime perdagangan saham. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) dibuka melemah ke level 703,23.
Saat ini, indeks JII telah terkoreksi 1,87 poin (0,26%) ke level 702,33. Sebanyak 23 emiten bluechips syariah terpuruk di zona merah.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya mengatakan kondisi dari bursa regional yang kondusif diperkirakan bakal membuat IHSG bergerak bervariasi pada kisaran 5185 - 5251. Hanya penutupan dibawah 5185 yang akan mengakhiri trend naik IHSG.
" Pasca pengumuman hasil sengketa pilpres Mahkamah Konstruksi, pergerakan IHSG memang masih terlihat kurang bertenaga. Pemodal terlihat masih berhati-hati dalam mensikapi berita-berita yang ada, terutama terkait dengan berita kenaikan harga BBM Subsidi," ujarnya.
Menurut Satrio, pelaku pasar sepertinya harus bersabar menunggu sentimen pasar yang baru, dan hanya exit posisi trading jika IHSG ditutup dibawah suport dari trend naiknya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya