Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
IPhone 6 Plus
Dream - Sukses Apple mengeluarkan produk terbaru iPhone6 dan iPhone6 Plus berbalik menjadi bencana. Alhasil saham Apple terjun bebas 3,8 persen menjadi US$ 97,87 atau Rp 1,18 juta per lembar saham.
Usai bobolnya data pengguna produk Apple, perusahaan yang dibangun mendiang Steve Jobs juga terus dirudung serangkaian masalah.
Setelah sistem operasi terbaru iOS 8.0.2 banyak kelemahan, kini Apple harus menghadapi isu produk cacat iPhone 6 plus berupa body-nya yang membengkok.
Manajemen Apple sendiri mengakui adanya keluhan dari pengguna iPhone terbaru tersebut. Namun perusahaan mengklaim hanya mendapat laporan dari 9 pihak sejak produk ini diluncurkan.
" Dengan penggunaan normal, kasus iPhone yang bengkok sangat jarang," ujar Apple dalam keterangan resminya seperti dikutip dari laman Financial Times, Jumat, 26 September 2014.
Apple memastikan produk iPhone terbarunya itu telah melalui serangkaian tes sebelum diluncurkan. Sebelumnya, Apple merilis jika 10 juta unit iPhone 6 dan iPhone 6 Plus telah terjual hanya dalam waktu sepekan.
Sayang upaya Apple meredam serangkaian serangan isu kurang sedap ini ditanggapi miring pelaku pasar di bursa saham.
Usai mengeluarkan pernyataannya pada Kamis (25/9/2014), saham Apple anjlok cukup dalam. Akibatnya, bursa Wall Street ditutup memerah karena saham-saham bluechips ikut terkena dampak.
Saham Apple terjun bebas ke level US$ 97,87 per saham, atau posisi terendah dalam satu bulan terakhir.
Produk terbaru Apple yang dibawah kualitas tertingginya ditambah isu keamanan data pengguna membuat pelaku pasar khawatir.
Saham Apple di bursa saham Nasdaq akhirnya terpangkas US$ 2,64 atau sekitar Rp 29 ribu dari sesi pembukaannya di level US$ 100,51 per lembar. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya