Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Gaji pertama bagi pekerja pemula seperti air mengalir. Sangat mudah dihabiskan. Biasanya, berbagai barang mewah dan hal-hal yang tidak begitu penting menjadi barang target.
Itu contoh salah. Padahal, awal karir merupakan waktu terbaik untuk mengatur keuangan. Ini sebagai bentuk perencanaan masa depan yang lebih baik.
Berdasarkan buku Generation Earn: The Young Professional's Guide to Spending, Investing, and Giving Back yang dikutip dari US News, Kamis, 25 September 2014, ada cara untuk mengatasinya. Berikut tips perencanaan keuangan bagi para pekerja pemula:
1. Simpan sepertiga gaji
Setiap US$ 3 yang Anda terima, sisihkan US$ 1 untuk simpanan di bank. Mungkin saat ini masih terlihat kecil, tetapi jika tabungan tersebut sudah menahun maka segala kondisi di masa depan bisa Anda antisipasi. Misalnya, ketika nanti anak sakit, terkena PHK, atau ingin memulai berbisnis.
Penghematan ini memang memerlukan pengorbanan beberapa kemewahan yang ingin dinikmati. Tetapi ke depannya cara ini mampu mengamankan finansial nanti.
2. Jangan lakukan penghematan yang menghambat karir
Lakukan penghematan untuk beberapa keperluan yang tidak terlalu penting. Jangan sesuatu yang mendukung produktivitas. Misalkan, jangan potong biaya pendidikan anggaran buku-buku untuk meningkatkan pengetahuan, anggaran pakaian kerja yang digunakan saat bertemu orang-orang penting, bahkan biaya asisten rumah tangga jika dia mampu memberikan waktu tambahan bekerja.
3. Mulai Wujudkan mimpi paling ambisius
Alasan utama banyak orang yang tidak mencapai tujuan keuangan jangka panjang adalah mereka tidak mau mewujudkan apa yang mereka inginkan.
Mulailah merajut mimpi-mimpi sedini mungkin. Tukar pendapat dengan orang lain dan orang terdekat yang telah memiliki pengalaman melebihi Anda.
4. Lunasi semua pinjaman saat masih berkuliah
Ada beberapa orang yang ketika masih menjadi mahasiswa mengambil pinjaman lunak dari bank. Untuk itu, begitu mendapatkan gaji pertama, siapkan porsi pembayaran cicilan utang tersebut.
5. Jangan menunggu berinvestasi ketika memiliki uang tambahan
Tidak ada salahnya mulai membuka tabungan pensiun, meski Anda masih jauh dari usia pensiun. Tingkatkan persentase tabungan ini seiring dengan meningkatnya penghasilan Anda.
6. Jangan lupa beramal
Seperti prinsip segala yang ada di bumi akan kembali ke bumi, begitu pun dengan gaji yang Anda terima. Maka jangan lupa sisihkan sebagian hasil yang Anda terima untuk memberi kepada sesama. Bentuknya bisa berupa apa saja, misalkan sumbangan ke lembaga amal. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya