Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Emas Perhiasan
Dream - Di tengah harga emas yang tak kunjung naik dalam beberapa bulan terakhir, masyarakat mulai mencari produk investasi lain yang jauh menguntungkan sekaligus tetap aman. Properti, saham, dan reksadana menjadi alternatif tempat menanam uang para pemilik uang ini.
Survei terbaru yang dirilis Global IP dan YouGov menemukan lebih dari separuh dari 1.000 penduduk Uni Emirat Arab (UEA) mulai mengalihkan investasinya pada produk properti. Meski survei ini dilaksanakan di negeri Arab, pasar properti Indonesia juga tengah berkembang pesat.
Hasil survei menunjukkan porsi portofolio investasi penduduk UEA pada produk dipilih 53 persen responden dibandingkan emas. Sementara 43 persen lainnya masih menganggap emas sebagai produk investasi paling aman (safe heaven).
Diantara warga UEA yang berinvestasi di properti, sebanyak 41 persen diantaranya bahkan telah membeli properti di luar negeri, sementara 12 persen memiliki properti di UEA. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan yang lebih besar di pasar properti internasional saat ini.
Namun, kepercayaan itu bisa berubah karena 57 persen dari warga UEA lebih suka menjadikan Dubai sebagai tujuan investasi properti sebagai pilihan mereka berikutnya. Sementara hanya 21 persen yang menganggap London, sebuah kota yang sering dijuluki tujuan investasi safe heaven properti dunia, sebagai lokasi pembelian properti kedua.
Menguntit di belakang properti sebagai pilihan investasi paling populer adalah komoditas, obligasi dan saham serta deposito yang dipilih 29 persen responden.
Direktur dan Kepala Global IP di Timur Tengah, Paul Preston mengatakan emas biasanya hanya dianggap sebagai aset safe heaven ketika pasar mata uang tidak stabil.
" Ini kemungkinan menunjukkan bahwa warga UEA memiliki keyakinan yang memadai di pasar mata uang untuk berinvestasi di properti dan melakukan diversifikasi portofolio investasi mereka," katanya
Preston menambahkan, semakin banyak orang yang mulai melihat investasi properti sebagai salah satu kelas aset berkinerja tertinggi dalam portofolio investasinya. " Pasti ada kepercayaan meningkat di pasar properti Dubai saat ini, meskipun dengan harga properti yang sudah mulai tinggi," ujar dia.
Selain Dubai, Preston juga melihat adanya ketertarikan investor properti UEA pada pasar diluar Inggris yang meningkat lebih tinggi dari sebelumnya. New York, Miami dan Chicago di Amerika Serikat dan Melbourne dan Brisbane di Australia adalah pasar incaran investor UEA. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya