Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi
Dream - Terjadi perubahan dalam kehidupan saat ini. Orang-orang, terutama masyarakat di Dubai kini sudah tidak begitu khawatir dengan tindak kriminal karena adanya aparat yang melakukan penjagaan. Namun, kini mereka khawatir dengan besarnya cicilan utang yang mereka tanggung. Kekhawatiran ini pun mengarah kepada tindakan bunuh diri.
Dalam survei di Dubai seperti yang dikutip dari Gulf News, Rabu, 24 September 2014, disebutkan dari seluruh peminjam di bank dan lembaga pembiayaan, sebanyak 32,5% peminjam merupakan warga Dubai. Sisanya merupakan warga Eropa Barat, Amerika Utara, Jepang, Australia, dan Selandia Baru.
Seorang wanita India yang tinggal di Dubai pun akhirnya harus berjuang sendiri membayar utang kartu kredit, yang ditinggalkan suaminya karena suaminya tersebut bunuh diri.
" Dia pertama kali datang ke Dubai tahun 1956. Pada tahun 1998, dia mengajukan permohonan pinjaman untuk mengembangkan usahanya ke bank. Sayangnya uangnya telah habis untuk membayar biaya kartu kredit dan pinjaman pribadi," ujar perempuan ini.
Selain perempuan India ini, ada juga seorang warga Dubai yang mengaku depresi setelah kehilangan pekerjaannya. Padahal dia memiliki pinjaman untuk biaya kuliahnya dan pembelian mobil BMW.
Dia menjelaskan kepada pihak bank dengan kondisinya. Beruntung, sebagai warga negara Dubai, dia mendapatkan toleransi dengan penundaan pembayaran hingga dia mendapatkan pekerjaan kembali.
Ada juga pengalaman buruh seorang desainer grafis yang meminjam sekitar Dh 120 ribu untuk menutupi pengeluaran keluarga dan membiayai sekolah adiknya. Sayangnya, bukan kemudahan yang didapat justru kebuntuan dalam mengelola penerimaan yang diperolehnya.
Hal ini disebabkan potongan yang dilakukan terhadap gajinya tiap bulan terlalu besar sehingga dia justru tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kini, dia ingin pindah ke Australia. Namun, pinjaman yang belum lunas ini menghalangi langkahnya. Dia terjebak dan stres karena tidak memiliki solusi atas masalahnya tersebut. (Ism)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya