Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Sempat menyentuh level psikologis 5.200, indeks bursa saham Indonesia menutup perdagangan di zona merah. Aksi jual pemodal asing serta banjirnya pemodal yang mencari untung membebani laju kenaikan indeks.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 24 September 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 14,1 poin (0,27%) ke level 5.174. IHSG sempat menyentuh level tertingginya di 5.207,2.
Kenaikan harga saham dari 171 emiten di BEI tak mampu menahan laju pelemahan 141 emiten lainnya.
Pada perdagangan tengah pekan ini, pelaku pasar mentransaksikan tak kurang dari 57,66 miliar saham. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 4,29 triliun.
Dari perputaran dana tersebut, pemodal asing membukukan nett sell sekitar Rp 455,93 miliar hingga sesi penutupan perdagangan. Aksi jual ini sedikit berkurang dibandingkan kemarin.
Meski melemah, tiga sektor saham masih mampu menutup perdagangan di zona hijau. Emiten sektor perdagangan memimpin penguatan dengan kenaikan 0,43 persen diikuti pertambangan 0,32 persen dan properti 0,14 persen.
Fluktuasinya bursa saham Indonesia juga membawa pelemahan indeks saham syariah di zona merah. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 0,4 poin (0,24%) ke level 168,09.
Indeks ISSI yang dibuka di zona positif sempat beberapa kali menyentuh zona hijau. Indeks ISSI bahkan menyentuh level tertinggi di 169,34.
Namun minimnya sentimen positif ditengah aksi ambil untung pelaku pasar membuat ISSI ditutup di zona merah.
Transaksi jual beli saham syariah kali ini mencapai 37,88 miliar saham dengan perputaran uang mencapai Rp 3,05 triliun. Sebanyak 123 emiten syariah bergerak menguat sedangkan 77 lainnya merosot ke zona hijau.
Koreksi juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang melemah 3,65 poin (0,53%) ke level 692,53.
Dari kawasan regional, indeks bursa saham utama di Asia bergerak variatif. Indeks Hang Seng dan Kospi bergerak positif dengan menguat 1,47 persen dan 0,33 persen. Sementara Nikkei dan Strait Times tersungkur ke zona merah dengan melemah 0,24 persen dan 0,18 persen.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sore ini mulai menggeliat setelah naik 36 poin (0,3%) menjadi 11.927 per dolar AS. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya