Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Terbenam di Zona Merah

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 23 September 2014 16:35
Indeks Syariah Terbenam di Zona Merah
Sentimen positif dari positifnya data manufaktur China tak mampu mempertahankan IHSG di level psikologis 5.200.

Dream - Bursa saham Indonesia akhirnya tersungkur ke zona merah seiring kembalinya aksi jual pemodal asing. Data manufaktur China yang masih bagus ternyata tak mampu membendung gelombang sentimen negatif yang melanda pasar.

Investor asing tercatat melakukan aksi jual besar-besaran dengan melepas saham hingga Rp 614 miliar. Penarikan dana ini cukup mengejutkan mengingat pemodal asing dalam dua hari terakhir justru mencatat aksi beli saham.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 23 September 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot 31,68 poin (0,61%) ke level 5.188,11. Sepanjang perdagangan, IHSG tersungkur di zona merah dengan level terendah di 5.184,15.

Anjloknya IHSG dipicu koreksi harga saham yang melanda 243 emiten di BEI. Sisanya, laju saham dihuni oleh penguatan harga dari 89 emiten dan 88 lainnya stagnan.

Emiten infrastruktur menjadi satu-satu sektor saham yang bergerak di zona hijau. Selebihnya, indeks sektor saham jatuh ke zona merah dipimpin emiten industri dasar yang turun 1,38 persen, konsumer 1,37 persen, dan manufaktur 1,32 persen.

Transaksi perdagangan saham mencatat angka Rp 4,42 triliun dengan 59,51 miliar saham yang beralih tangan.

Gelombang aksi jual saham pemodal asing juga membuat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 1,43 poin (0,84%) ke level 168,5. Indeks ISSI sempat menyentuh level terendah di 168,43.

Lebih dari separuh penghuni daftar ISSI atau sebanyak 159 emiten syariah bergerak di zona merah. Tercatat hanya 48 emiten ISSI yang mencatat kenaikan harga saham dan 48 lainnya stagnan.

Para investor sore ini mentraksaksikan tak kurang dari 27,71 miliar saham dengan perputaran uang mencapai Rp 2,86 triliun.

Pelemahan juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 6,23 poin (0,89%) ke level 696,18. Tercatat hanya 6 emiten JII yang bergerak menguat sementara 22 lainnya mengalami koreksi harga.

Aksi terjun bebas ke zona merah tak hanya dialami IHSG namun melanda bursa saham regional. Rilis data manufaktur China yang membaik ternyata tak direspon positif pasar.

Indek Hang Seng dan Kospi ditutup melemah 0,49 persen dan 0,02 persen. Bursa saham Jepang sendiri tengah libur. Sebaliknya, Shanghai Composite dan Strait Times justru bergerak menguat sebesar 0,87 persen dan 0,07 persen.

Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah juga relatif bergerak stagnan. Meski sempat menembus 12.055, rupiah sore ini bergerak menguat 12 poin menjadi 11.963 per dolar AS.

Beri Komentar