Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Terseret Pelemahan Wall Street

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 23 September 2014 09:26
Indeks Syariah Terseret Pelemahan Wall Street
IHSG dan dua indeks saham syariah di BEI bergerak melemah di tengah langkah pemodal asing yang kembali melakukan aksi jual saham.

Dream - Tekanan sentimen negatif dari berakhirnya tren kenaikan jangka pendek indeks Dow Jones membuat bursa saham Indonesia kembali melemah. Aksi jual asing ikut membawa kekhawatiran tersendiri bagi pelaku pasar.

Investor asing yang kemarin raggu-ragu membelanjakan uangnya di pasar modal Indonesia, kali ini memilih menarik diri dahulu. Nett sell asing di awal perdagangan mencapai Rp 34,99 miliar.

Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Selasa, 23 September 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah 17,85 poin (0,34%) ke level 5.201,94.

Di sesi pembukaan, IHSG juga masih belum mempunyai tenaga untuk kembali ke zona hijau. IHSG kembali melemah 18,41 poin (0,35%) ke level 5.201,39

Sebanyak 35 emiten membuka perdagangan dengan bergerak melemah sementara hanya dua emiten yang mampu menembus zona hijau.

Volume transaksi perdagangan mencapai di sesi pagi ini mencapai 60,95 juta saham dengan nilai Rp 27,35 miliar.

Hingga 15 menit perdagangan sesi pagi, hanya emiten di sektor infrastruktur yang sempat menyentuh zona hijau. Selebihnya bergerak melemah dipimpin emiten consumer yang turun 0,81 persen diikuyi manufaktur 0,67 persen dan perdagangan 0,62 persen

Koreksi indeks Dow Jones yang berdampak pada pelemahan bursa saham regional juga memaksa dua indeks saham syariah di BEI bergerak loyo. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka melemah 0,65 poin (0,38%) ke level 169,28.

Tercatat hanya ada dua emiten syariah yang menguat sementara 26 lainnya terkoreksi. Volume transaksi perdagangan mencapai 45,25 juta saham senilai Rp 12,01 miliar

Memasuki sesi pembukaan, ISSI juga masih bergerak melemah 0,68 poin (0,4%) ke level 169,25

Kondisi yang sama dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang terkoreksi 3,29 poin (0,47%) ke level 699,12. Perputaran uang pada daftar emiten saham bluechips syariah mencapai Rp 11 miliar.

JII juga terus melemah di sesi pembukaan dengan penurunan 3,53 poin (0,5%) ke level 698,88.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya mengatakan kekhawatiran akan data manufaktur China, telah membuat indeks Dow Jones Industrial semalam terkoreksi 107,06 poin (0,62 persen) sehingga ditutup pada level 17.172,68.
" Posisi penutupan ini signalnya tidak terlalu bagus karena cukup jauh dibawah suport pertama di 17.250. Trend naik jangka pendek indeks Dow Jones Industrial sudah berakhir," katanya.

Koreksi pada indeks DJI ini, telah membuat indeks bursa di kawasan Asia pagi ini cenderung terkoreksi. Pelaku pasar terlihat masih dalam posisi wait and see, menjelang data HSBC Manufacturing.

" HSG kemarin masih bisa bertahan diatas suport 5210. Dengan adanya sentimen negatif dari bursa regional ini, IHSG diperkirakan bakal kembali mengalami pergerakan bervariasi pada kisaran sempit, 5210 - 5250, guna melakukan pengujian atas suport ini," katanya.

Beri Komentar