Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Booming pertanian tanpa racun atau akrab disebut organik tengah melanda Arab Saudi. Salah satu ruang pamer bahkan secara khusus disediakan dalam pameran dagang di bidang pertanian, pengairan dan industri agrobisnis, Saudi Agriculture 2014.
Booth pertanian organik ini merupakan kerjasama dengan German GIZ International Services yang menciptakan proyek Organic Farming Project dan Asosiasi Pertanian Organik Saudi (Saudi Organic Farming Association/SOFA).
Menurut general manager Departemen Pertanian Organik serta pengawas umum Proyek Pertanian Organik, Ayman Al-Ghamdi, pertanian organik di Saudi saat ini memang tengah mengalami booming.
" Saat ini, ada lebih dari 112 pertanian organik bersertifikat, sesuai dengan standar pertanian organik Saudi." Ayman seperti dikutip Dream dari laman english.alarabiya.net, Senin, 12 September 2014.
Menilik empat belas tahun silam, pertanian organik bersertifikat di Saudi hanya berjumlah 10 buah. Kesadaran masyarakat mengenai produk organik pada waktu itu memang sangat lemah. Sedikit sekali perusahaan pertanian dan petani yang mau menanam tanaman secara organik.
Tak patah semangat, Departemen Pertanian pada 2005 mulai melirik kegiatan pertanian organik dan menghubungi GIZ International Services untuk mengembangkan sektor organik di negara ini. Pada 2014, jumlah petani organik mencapai 112, luas lahan organik adalah 33,709 hektar dan luas lahan yang akan dikonversi menjadi lahan organik mencapai 2.889 ha.
Kesadaran dan pengetahuan tentang produk organik perlahan tapi pasti telah meningkat selama beberapa tahun terakhir.
Peningkatan kesadaran pertanian tanpa racun ini tak terlepas dari naiknya permintaan penduduk Saudi pada produk organik, terutama produk segar. Saat ini, konsumen dapat membeli produk-produk organik tidak hanya di pasar lokal dan toko pertanian organik khusus, tetapi juga di hipermarket.
Dalam waktu yang relatif singkat Arab Saudi berhasil mengembangkan pertanian organik. " Semua prosedur dan peraturan perundang-undangan di samping administrasi, pemantauan, pengawasan, dan penelitian telah dirumuskan," kata Ayman.
Baru-baru ini, sebuah UU Pertanian Organik telah disetujui oleh Dewan Menteri, yang selanjutnya akan meningkatkan gerakan pertanian organik di Arab Saudi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya