Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Negara-negara Non Muslim mulai merasakan keuntungan besar dari penerbitan surat utang syariah atau sukuk. Kali ini giliran Republik Afrika Selatan yang menutup debut penjualan sukuk perdana senilai US $ 500 juta dengan tenor 5.75 tahun di pasar modal internasional.
Sukuk berdasarkan struktur Al-Ijarah dijual tingkat kupon 3,90 persen. Sukuk perdana Afrika Selatan ini bahkan kebanjiran peminat dengan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) lebih dari 4 kali. Dari penawaran US$ 500 juta, Afrika Selatan menerima pemesanan (order book) hingga US$ 2,2 miliar.
Keputusan pemerintah yang pernah dikepalai Nelson Mandela untuk mengeluarkan obligasi syariah didorong keinginan memperluas basis investor. Penerbitan Sukuk ini juga akan menjadi patokan bagi perusahaan milik negara dalam mencari sumber pendanaan lain untuk pembangunan infrastruktur.
Mengutip laporan Zawya, Jumat, 19 September 2014, distribusi pembeli sukuk yang akan dicatatkan di Bursa Efek Luxembourg ini terdiri dari 59 persen investor Timur Tengah dan Asia, 25 persen dari Eropa, 8 persen dari Amerika Serikat dan sisanya dari beragam dunia di seluruh dunia.
Distribusi investor merupakan sukses besar dalam membangun basis investor yang lebih beragam untuk Afrika Selatan. Selain untuk menunjukkan kepercayaan investor terhadap kemampuan pemerintah dalam mempertahankan kerangka kebijakan makro-ekonomi yang berkelanjutan dan dengan manajemen fiskal yang baik.
Lead arranger dalam penebitkan sukuk Afrika Selatan adalah BNP Paribas, KFH Investment dan Standard Bank Group.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya