7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Kingdom Tower
Dream - Selain gelar menara tertinggi di dunia, Kingdom Tower yang bakal dibangun di Arab Saudi juga bakal menciptakan rekor baru di industri konstruksi dunia. Menara yang menjulang 2 kilometer ini bakal menggunakan tower crane tertinggi di dunia.
Bangunan pencakar langit yang akan mendapatkan gelar tower tertinggi di dunia tersebut memerlukan peralatan konstruksi yang unik, termasuk tower crane custom yang dibuat oleh perusahaan konstruksi Jerman, Liebherr & WolffKran.
Perangkat raksasa warna kuning yang dikenal sebagai climbing crane tersebut dirancang untuk mengikuti pertambahan tinggi menara, baik eksternal dan internal, hingga mencapai ketinggian 1 km dari permukaan tanah. Untuk pembangunan internal, pekerja akan memanfaatkan fasilitas 65 lift interior untuk naik.
" Kami telah menyelesaikan pekerjaan bawah kami. Kini kami akan bekerja di udara," kata Mounib Hammoud, CEO Jeddah Economic Company. " Karena tinggi dan luas Kingdom Tower, kami hanya menggunakan bahan terbaik, baik itu peralatan, material dan metode. Crane buatan Liebherr dan WolffKran sangat mengesankan dan inovatif sesuai dengan kebutuhan bangunan ini."
Dari enam crane Liebherr jenis 357 HC-L itu, yang terbesar mampu mengangkat beban sampai dengan 18 ton dengan kecepatan 44 meter/menit hingga sejajar dengan ketinggian menara. Crane tersebut melekat pada tubuh bangunan tetapi duduk di atas sebuah penyangga menara sempit yang berukuran hanya 2,4 meter X 2,45 meter.
Bukan hanya ukurannya yang membuat ini crane baru unik, teknologi terbaru yang dimiliknya bisa membuat sejumlah orang kagum. Crane custom ini mampu menahan kondisi cuaca ekstrim seperti angin kencang meski mengangkat beban yang berat. Untuk mengoperasikan crane custom, Jeddah Economic Company akan menyewa operator khusus yang sangat berpengalaman & bersertifikat.
Dengan selesainya bangunan dasar menara, pembangunan vertikal konstruksi Kingdom Tower akan dimulai pada September. Rencananya pekerja akan menyelesaikan sepuluh lantai pertama yang diperkirakan rampung pada akhir tahun ini.
The Kingdom Tower memiliki 170 lantai, tujuh lantai akan dialokasikan untuk hotel bintang lima Four Seasons Hotel yang menawarkan 200 kamar mewah dan 121 apartemen. Sementara tujuh lantai lainnya untuk perkantoran. Kingdom Tower juga akan menyisihkan 61 lantai untuk membangun 318 unit rumah lengkap dengan berbagai jenis fasilitas seperti pusat kebugaran, spa, kafe dan restoran, dua lobi dan dek observasi tertinggi di dunia yang terletak di ketinggian 644 meter. Dek observasi tersebut memungkinkan pengunjung untuk melihat kota Jeddah dan Laut Merah dari ketinggian Kingdom Tower.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?