Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia kembali menyentuh level psikologis. Aksi belanja pemodal lokal mampu meredam nett sell asing yang kembali meningkat.
Asing tercatat melakukan aksi jual saham hingga Rp 693,87 miliar. Aksi ini diambil ditengah kepastian tak adanya kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat oleh The Federal Reserves.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Kamis, 18 September 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 19,95 poin (0,38%) ke level 5.208,14. IHSG yang melompat jelang sesi penutupan ini hanya ditopang kenaikan harga saham dari 122 emiten.
BEI justru didominasi oleh emiten-emiten yang mengalami koreksi harga saham dari 184 emiten. Sebanyak 58,6 miliar saham ditransaksikan pemodal sepanjang hari ini dengan perputaran uang mencapai Rp 5,96 triliun.
Tak seluruh indeks sektor saham menikmati laju kenaikan IHSG. Emiten di sektor properti, pertambangan, dan industri dasar terjatuh di zona merah. Penguatan tertinggi justru dialami emiten-emiten perbankan dan industri aneka masing-masing 1,41 persen dan 1,04 persen.
Laju IHSG tak sepenuhnya berjalan di zona hijau. Indeks sempat jatuh ke zona merah di level terendah 169,3. Beruntung aksi beli pemodal asing kembali mengerek IHSG masuk zona hijau.
Penutupan di teritori positif juga dialami indeks saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini bertengger di level 169,95 atau menguat 0,24 poin (0,15%).
Kenaikan harga saham dari 66 emiten cukup kuat mengangkat ISSI ke zona hijau meski 123 emiten lainnya mengalami koreksi harga.
Nilai transaksi jual beli saham syariah tercatat mencapai Rp 3,9 triliun dengan 39,69 miliar saham yang diperdagangkan.
Sama dengan IHSG, indeks ISSI juga sempat terpeleset ke zona merah dan menyentuh level terendah 169,3.
Di jajaran saham bluechips syariah, indeks Jakarta Islamic Index (JII) juga menutup perdagangan di zona hijau. Indeks JII ditutup menguat 3,63 poin (0,52%) ke level 702,72.
Sebanyak 15 emiten bluechips syariah bergerak menghijau sedangkan 12 lainnya melemah.
Menghijaunya bursa saham Indonesia kali ini terjadi di tengah tekanan pelemahan indeks Kospi dan Hang Seng masing-masing sebesar 0,72 persen dan 0,85 persen. IHSG justru bergerak kompak dengan naiknya indeks Nikkei sebesar 1,13 persen dan Strait Times Singapura 0,1 persen.
Sayangnya, sentimen global dari penarikan hot money justru dialami pasar keuangan Indonesia. Kurs rupiah terhadap dolar sore ini melemah 31 poin (0,26%) menjadi 12.000 per dolar AS.
Hingga sesi penutupan perdagangan, berikut adalah saham-saham pencetak untung tertinggi:
1. AALI, menguat Rp 775 ke level 23.850 per saham
2. ACST, menguat Rp 125 ke level 3.350 per saham
3. EXCL, menguat Rp 125 ke level 6.500 per saham
4. ASII, menguat Rp 100 ke level 7.375 per saham
5. BMTR, menguat Rp 70 ke level 2.025 per saham
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya