Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Keputusan belum adanya kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserves membuat pasar tenang untuk sesaat. Meski dibuka menguat, sikap hati-hati pelaku pasar terhadap keputusan itu membuat laju indeks bursa saham sedikit tertahan.
Pemodal asing yang selama tujuh hari terakhir terus melakukan aksi jual, pelan-pelan mulai kembali mengoleksi saham di Bursa Efek Indonesia. Pagi ini, asing mencatatkan nett buy kecil sebesar Rp 7,7 miliar. Namun hingga 15 menit waktu perdagangan, pemodal asing justru kembali melakukan aksi jual saham
Pada sesi pra-pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 18 September 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 8,21 poin (0,16%) ke level 5.196,39.
Penguatan harga saham dialami 26 emiten sementara 6 lainnya mencetak koreksi. Transaksi perdagangan di awal perdagangan ini mencapai Rp 26,43 miliar saham dari perpindahantangan 82,58 juta saham.
Laju penguatan IHSG masih berlanjut di sesi pembukaan setelah kembali naik tipis 9,09 poin (0,18%) level 5.197,27.
Di awal sesi ini, hampir seluruh sektor bergerak di zona hijau. Hanya sektor perdagangan yang beberapa kali sempat jatuh ke zona merah.
Sentimen netral dari keputusan Tke Fed yang membuat indeks saham Asia dibuka positif juga membawa dua indeks saham syariah BEI dibuka menguat.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka naik 0,39 poin (0,24%) ke level 170,01. Sebanyak 22 emiten syariah bergerak di zona hijau sementara 4 lainnya melemah.
Transaksi perdagangan melibatkan 65,31 miliar saham syariah dengan uang yang beprutar mencapai Rp 13,66 miliar.
Sayangnya, ISSI sempat melemah tipis di sesi perdagangan setelah terpeleset ke level 170,09.
Hal yang sama dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka menguat 2,27 poin (0,33%) ke level 701,36. Dari 380 kali transaksi, uang yang berputar mencapai Rp 11,76 miliar.
Dari kawasan regional, indeks bursa saham utama Asia bergerak variatif. Indeks Hang Seng dan Kospi saat ini bergerak di zona merah dengan melemah 0,98 persen dan 0,6 persen. Sementara itu, Nikkei Jepang justru bergerak menguat 1,01 persen.
Di pasar keuangan, rupiah tampaknya kembali mendapatkan tekanan dari sentimen global. Rupiah saat ini terkoreksi 52 poin (0,43%) menjadi 12.012 per dolar AS.
" Meski ditutup dengan kenaikan tipis 24,88 poin (0,15 persen), reaksi dari pelaku pasar di bursa New York atas hasil dari FOMC tadi malah, lebih cenderung terlihat ragu dibandingkan dengan positif," ujar Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam risetnya.
Semalam The Fed menyatakan masih akan menunggu dalam waktu yang cukup, sebelum mulai menaikkan suku bunga. Meski masih meragukan putusan The Fed, bursa saham Asia pagi ini bergerak positif.
Sentimen positif dari bursa regional ini, diharapkan akan membawa mendorong IHSG untuk kembali menguji resisten kuat di kisaran gap 5190 - 5197 yang kemarin gagal ditembus.
" Kita juga perlu melihat, apakah sentimen postifif dari pernyataan The Fed tersebut, bisa menghentikan aksi jual yang dilakukan oleh pemodal asing pada seminggu terakhir," katanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya