Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Dibuka Menguat, Pemodal Masih Ragu-ragu

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 18 September 2014 09:22
Indeks Syariah Dibuka Menguat, Pemodal Masih Ragu-ragu
Keputusan The Fed semalam yang masih memberikan sinyal akan adanya kenaikan suku bunga acuan.

Dream - Keputusan belum adanya kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserves membuat pasar tenang untuk sesaat. Meski dibuka menguat, sikap hati-hati pelaku pasar terhadap keputusan itu membuat laju indeks bursa saham sedikit tertahan.

Pemodal asing yang selama tujuh hari terakhir terus melakukan aksi jual, pelan-pelan mulai kembali mengoleksi saham di Bursa Efek Indonesia. Pagi ini, asing mencatatkan nett buy kecil sebesar Rp 7,7 miliar. Namun hingga 15 menit waktu perdagangan, pemodal asing justru kembali melakukan aksi jual saham

Pada sesi pra-pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 18 September 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 8,21 poin (0,16%) ke level 5.196,39.

Penguatan harga saham dialami 26 emiten sementara 6 lainnya mencetak koreksi. Transaksi perdagangan di awal perdagangan ini mencapai Rp 26,43 miliar saham dari perpindahantangan 82,58 juta saham.

Laju penguatan IHSG masih berlanjut di sesi pembukaan setelah kembali naik tipis 9,09 poin (0,18%) level 5.197,27.

Di awal sesi ini, hampir seluruh sektor bergerak di zona hijau. Hanya sektor perdagangan yang beberapa kali sempat jatuh ke zona merah.

Sentimen netral dari keputusan Tke Fed yang membuat indeks saham Asia dibuka positif juga membawa dua indeks saham syariah BEI dibuka menguat.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka naik 0,39 poin (0,24%) ke level 170,01. Sebanyak 22 emiten syariah bergerak di zona hijau sementara 4 lainnya melemah.

Transaksi perdagangan melibatkan 65,31 miliar saham syariah dengan uang yang beprutar mencapai Rp 13,66 miliar.

Sayangnya, ISSI sempat melemah tipis di sesi perdagangan setelah terpeleset ke level 170,09.

Hal yang sama dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka menguat 2,27 poin (0,33%) ke level 701,36. Dari 380 kali transaksi, uang yang berputar mencapai Rp 11,76 miliar.

Dari kawasan regional, indeks bursa saham utama Asia bergerak variatif. Indeks Hang Seng dan Kospi saat ini bergerak di zona merah dengan melemah 0,98 persen dan 0,6 persen. Sementara itu, Nikkei Jepang justru bergerak menguat 1,01 persen.

Di pasar keuangan, rupiah tampaknya kembali mendapatkan tekanan dari sentimen global. Rupiah saat ini terkoreksi 52 poin (0,43%) menjadi 12.012 per dolar AS.

" Meski ditutup dengan kenaikan tipis 24,88 poin (0,15 persen), reaksi dari pelaku pasar di bursa New York atas hasil dari FOMC tadi malah, lebih cenderung terlihat ragu dibandingkan dengan positif," ujar Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam risetnya.

Semalam The Fed menyatakan masih akan menunggu dalam waktu yang cukup, sebelum mulai menaikkan suku bunga. Meski masih meragukan putusan The Fed, bursa saham Asia pagi ini bergerak positif.

Sentimen positif dari bursa regional ini, diharapkan akan membawa mendorong IHSG untuk kembali menguji resisten kuat di kisaran gap 5190 - 5197 yang kemarin gagal ditembus.

" Kita juga perlu melihat, apakah sentimen postifif dari pernyataan The Fed tersebut, bisa menghentikan aksi jual yang dilakukan oleh pemodal asing pada seminggu terakhir," katanya.

Beri Komentar