Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Perpaduan menguatnya bursa saham regional dan kurs rupiah kembali mengangkat indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ke zona hijau. Keputusan belanja pemodal lokal mampe meredam aksi jual investor asing.
Pada sesi pra-pembukaan perdagangan BEI, Rabu, 17 September 2014, IHSG menguat 28,63 poin (0,56%) ke level 5159,14. Penguatan ini terjadi di tengah aksi jual asing senilai Rp 1,81 miliar.
Penguatan IHSG terus berlanjut hingga sesi pembukaan perdagangan. Indeks kembali menanjak 31,27 poin (0,61%) ke level 5.161,77. Seluruh indeks sektor saham bergerak di zona hijau dipimpin emiten pertambangan dan industri dasar.
Di sesi awal pagi ini, sebanyak 42 saham berangsur bergerak menguat sementara hanya 2 emiten yang terkoreksi. Nilai transaksi perdagangan mencetak angka Rp 34,53 miliar dari aksi jual beli 103,37 juta.
Menguatnya IHSG ikut diirasakan oleh dua indeks saham syariah di BEI. Indesk Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka menguat naik 1,02 poin (0,61%) ke level 168,77.
Penguatan indeks ISSI ini disokong 33 saham dan tertahan oleh penurunan harga saham dari 2 emiten. Nilai transakai perdagangan mencapai Rp 23,68 miliar dari perpindahantangan 83,72 juta saham
Laju penguatan ISSI terus berlanjut di sesi pembukaan setelah naik 1,09 poin (0,61%) level 168,84.
Kondisi yang sama dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka menguat 5,45 poin (0,79%) ke level 696,45. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 22,83 miliar.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya menjelaskan, spekulasi hasil keputusan rapat The Fed nanti malam bakalan yang tidak lebih buruk dari harapan pasar telah membuat indeks Dow Jones Industrial mencetak rekor baru pada level 17.167,05.
Meski di sesi selanjutnya, Dow Jones kembali bergerak turun dan ditutup pada level 17.131,97. Indeks DJI semalam ditutup dengan kenaikan sebesar 100,83 poin (0,59 persen).
" Apakah kenaikan tersebut bakal menghentikan aksi jual adi pemodal asing di Bursa Efek Indonesia, masih harus kita lihat pada sesi perdagangan nanti," katanya.
Sejauh ini, indeks Hang Seng rebound dengan kenaikan sebesar 1,1 persen, sedangkan Strait Times running dengan kenaikan sebesar 0,6 persen.
Sentimen positif dari bursa regional ini, diharapkan mampu mengembalikan IHSG pada kisaran suport 5135 - 5150. IHSG hanya memberikan signal positif jika mampu ditutup diatas kisaran resisten tersebut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya