Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Tergiur Untung Gede, Investor Non-Muslim Buru Utang Syariah

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 16 September 2014 13:28
Tergiur Untung Gede, Investor Non-Muslim Buru Utang Syariah
Penerbitan surat utang syariah Hong Kong banjir peminat. Dari target US$ 1 miliar, penawaran yang masuk mencapai US$ 4,7 miliar.

Dream - Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, otoritas moneter Hong Kong (The Hong Kong Monetary Authority/HKMA) menjual surat utang syariah pada pekan lalu. Banjir dana pun mengalir ke bekas wilayah jajahan Inggris ini.

Dari target US$ 1 miliar, HKMA kebanjiran tawaran hingga US$ 4,7 miliar.

Mengutip laman Quartz.com, Selasa, 16 September 2014, Hong Kong memang tengah berlomba bersama Dubai dan London di bisnis penghimpunan dana yang tengah berkembang ini. Industri keuangan syariah saat ini mengelola keuangan tak kurang dari US$ 2 triliun.

Selain besarnya peminat, kabar terbaik dari penerbitan sukuk HKMA ini adalah jenis investor yang membeli surat utang Islami ini. Tercatat 120 investor institusi membeli sukuk HKMA yang terpecah dalam kelompok konvensional dan investor syariah ini.

Meski tak menyebutkan nama spesifik, Analis dari Kuwait Finance House (KFH), Waina Leong mengungkapkan investor Asia mengambil porsi 47 persen dari sukuk tersebut.

Dengan asumsi paling aman, dari 17 persen investor asal Amerika Serikat dan Eropa pembeli sukuk HKMA ini, adalah berasal dari negara-negara non muslim.

Leong menduga besarnya minat investor non muslim membeli produk surat utang syriah kemungkinan dikarenakan potensi keuntungan yang bisa diperoleh. Padahal sukuk sama sekali tak menggunakan prinsip bunga dalam produknya.

Melihat pada imbal hasilnya, sukuk HKMA dengan tenor 5 tahun ini memang memberikan tawaran 2,005 persen. Dibandingkan bunga surat utang AS dengan tenor sama diatas 1,7 persen, imbal hasil sukuk ini lebih tinggi 30 basis poin.

Banjirnya peminat sukuk dari pemodal muslim dan muslim terbukti telah membuat produk keuangan syariah ini berkembang pesat dalam satu dekade terakhir. Data KFH menunjukan, total outstanding sukuk telah menyentuh US$ 286 miliar pada akhir sementer I-2014.

Pertumbuhan permintaan sukuk ini telah beralih menjadi produk investasi alternatif. Tahun ini, Malaysia mendominasi penerbitan sukuk dengan menguasai 63 persen pasar surat utang syariah dunia. Disusul Arab Saudi 13,7 persen. (Ism)

Beri Komentar