Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (sumber: Http://www.arabianbusiness.com/)
Dream - Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, otoritas moneter Hong Kong (The Hong Kong Monetary Authority/HKMA) menjual surat utang syariah pada pekan lalu. Banjir dana pun mengalir ke bekas wilayah jajahan Inggris ini.
Dari target US$ 1 miliar, HKMA kebanjiran tawaran hingga US$ 4,7 miliar.
Mengutip laman Quartz.com, Selasa, 16 September 2014, Hong Kong memang tengah berlomba bersama Dubai dan London di bisnis penghimpunan dana yang tengah berkembang ini. Industri keuangan syariah saat ini mengelola keuangan tak kurang dari US$ 2 triliun.
Selain besarnya peminat, kabar terbaik dari penerbitan sukuk HKMA ini adalah jenis investor yang membeli surat utang Islami ini. Tercatat 120 investor institusi membeli sukuk HKMA yang terpecah dalam kelompok konvensional dan investor syariah ini.
Meski tak menyebutkan nama spesifik, Analis dari Kuwait Finance House (KFH), Waina Leong mengungkapkan investor Asia mengambil porsi 47 persen dari sukuk tersebut.
Dengan asumsi paling aman, dari 17 persen investor asal Amerika Serikat dan Eropa pembeli sukuk HKMA ini, adalah berasal dari negara-negara non muslim.
Leong menduga besarnya minat investor non muslim membeli produk surat utang syriah kemungkinan dikarenakan potensi keuntungan yang bisa diperoleh. Padahal sukuk sama sekali tak menggunakan prinsip bunga dalam produknya.
Melihat pada imbal hasilnya, sukuk HKMA dengan tenor 5 tahun ini memang memberikan tawaran 2,005 persen. Dibandingkan bunga surat utang AS dengan tenor sama diatas 1,7 persen, imbal hasil sukuk ini lebih tinggi 30 basis poin.
Banjirnya peminat sukuk dari pemodal muslim dan muslim terbukti telah membuat produk keuangan syariah ini berkembang pesat dalam satu dekade terakhir. Data KFH menunjukan, total outstanding sukuk telah menyentuh US$ 286 miliar pada akhir sementer I-2014.
Pertumbuhan permintaan sukuk ini telah beralih menjadi produk investasi alternatif. Tahun ini, Malaysia mendominasi penerbitan sukuk dengan menguasai 63 persen pasar surat utang syariah dunia. Disusul Arab Saudi 13,7 persen. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya