Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Banyak orang tua mengeluhkan naiknya biaya pendidikan di sekolah swasta. Hal ini karena memberikan dampak meningkatnya beban keuangan keluarga. Sekolah swasta internasional telah meningkatkan biayanya sebesar 20-30%.
Orang tua pun khawatir dengan tingginya biaya pendidikan yang mulai melebihi biaya perumahan. Seperti, Hussain Mustafa, salah seorang orang tua yang memiliki dua anak di sekolah dasar.
" Saya terkejut dengan biaya tersebut karena kenaikannya cukup mengejutkan sekitar ada tambahan 2000 riyal, dan itu tidak diberitahukan sebelumnya. Ketika kami meminta penjelasan dikatakan bahwa pemerintah telah memberikan izin kenaikan gaji (untuk guru)," ujarnya seperti dikutip dari Arab News, Selasa, 16 September 2014.
Khalid Al Ghamdi menyatakan sekolah anak telah meningkatkan biaya sekolah dengan alasan untuk merekrut guru baru untuk kebutuhan sekolah dasar.
" Biaya tambahan seharusnya disertai dengan peningkatan layanan," tegasnya.
Salah seorang komite sekolah swasta, Muhammed Youssef menyatakan bahwa kenaikan biaya sekolah tersebut bukan tanpa alasan.
" Kementerian telah mengizinkan peningkatan biaya setelah mencermati perkembangan kondisi saat ini dan orang tua telah diberitahukan sebelumnya," jelas Youssef.
Ekonom Mustafa Khalifa menilai peran sekolah swasta sangat penting bagi perkembangan generasi bangsa.
" Namun, di beberapa sekolah tidak memerhatikan peran pendidikan dan ilmiah dan hanya memikirkan keuntungan semata," ungkapnya.
Dia menambahkan dengan pendapatan saat ini, sekolah swasta seharusnya bisa memberikan keuntungan bagi negara dan ekspatriat dengan memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak.
Kenaikan 20-30% bukanlah sesuatu yang baru. Meningkatnya biaya operasional sekolah memaksa pemilik sekolah untuk meningkatkan biaya. Bahkan biaya sekolah tersebut ada yang mengalahkan biaya pendidikan di universitas.
Banyak orang tua menempatkan anak-anak mereka di sekolah swasta dengan harapan dapat melanjutkan ke perguruan tinggi berkualitas. Pasalnya, di sekolah swasta diberikan keterampilan berbahasa Inggris lebih baik dibandingkan di sekolah negeri. Sayangnya, hampir 70% sekolah swasta berada di bangunan dengan lingkungan pendidikan yang tidak cocok.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya